Ini 5 Tanda AC Anda Perlu Segera Diservis

  • by Nurhayati
  • Editor Mahfud Taheer
  • 15 Jan 2026
  • Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Memasuki musim kemarau dengan suhu yang kian meningkat, keberadaan pendingin ruangan atau AC menjadi kebutuhan masyarakat. Namun, banyak pemilik AC yang seringkali abai terhadap perawatan rutin dan baru memanggil teknisi saat perangkat sudah benar-benar mati total.

Junaidi, seorang teknisi AC, menjelaskan bahwa AC yang bermasalah memberikan sinyal-sinyal awal yang jika dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan fatal dan pembengkakan biaya perbaikan. Banyak pelanggan yang menyesal karena menunda servis ringan.

"Banyak yang mikir selama masih dingin, berarti aman. Padahal mesin di dalamnya sudah kerja keras karena kotor," ujarnya saat sedang memperbaiki AC di ruangan Koordinator RRI SP Aceh Singkil, Kamis (15/1/2026).

Berikut adalah 5 tanda peringatan bahwa AC Anda butuh segera diservis menurut Junaidi:

Pertama, udara mulai terasa "gerah" meski suhu rendah. Jika Anda sudah mengatur suhu di 16°C namun ruangan tetap terasa panas, itu adalah sinyal utama. "Biasanya ini karena filter sudah terlalu tebal debunya atau tekanan freon yang berkurang akibat kebocoran halus," jelas Junaidi.

Kedua, tagihan listrik melonjak tidak wajar. AC yang kotor memaksa kompresor bekerja dua kali lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Kerja ekstra ini memakan daya listrik yang jauh lebih besar.

Ketiga, timbul bau tidak sedap . Saat AC dinyalakan dan tercium bau apek atau asam, itu tandanya sudah ada jamur yang berkembang biak di dalam unit evaporator. Udara yang dihembuskan pun menjadi tidak sehat untuk pernapasan.

Keempat, keluar suara berisik atau getaran tak biasa. Unit indoor maupun outdoor seharusnya beroperasi dengan suara yang tenang. Jika mulai terdengar suara menderu, berdecit, atau getaran keras, ada kemungkinan komponen motor atau kipas yang mulai aus.

Kelima, adanya tetesan air di unit yang mengeluarkan udara dingin. Kebocoran air di dalam ruangan biasanya disebabkan oleh saluran pembuangan yang tersumbat oleh lendir atau kotoran.

"Jangan cuma ditaruh ember di bawahnya. Tetesan air itu kalau dibiarkan bisa merusak plafon dan korsleting pada modul elektronik AC," tegas Junaidi.

Sebagai tambahan, Junaidi menyarankan pencucian AC rutin dilakukan setiap 3 hingga 4 bulan sekali, tergantung tingkat polusi lingkungan sekitar. Servis rutin bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal memperpanjang umur investasi barang elektronik Anda.

Rekomendasi Berita