BNNK Belu Catat Capaian Penting Kawal Pencegahan Narkoba,RI-RDTL
- by Stesy Tifani Libu
- Editor Ferdinandus Asy
- 29 Des 2025
- Atambua
KBRN, Atambua: Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu (BNNK Belu) menggelar kegiatan Press release capaian kinerja BNN Kabupaten Belu dalam memberantas dan memutuskan rantai penyebaran gelap narkotika di wilayah perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL).
Pelaksanaan Press Release dilangsungkan di Aula Kantor BNN Kabupaten Belu, pada Selasa (29/12/25), kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban publik sekaligus evaluasi atas upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di Kabupaten Belu.
Kepala BNNK Belu Komisaris Polisi Mateus Cono, S.H., M.H, menyampaikan sepanjang tahun 2025, BNNK Belu melaksanakan berbagai kegiatan untuk terus mencegah dan memutuskan rantai penyebaran gelap narkotika di wilayah perbatasan, demi kebaikan bersama dan masa depan bangsa yang sehat dengan secara intensif melakukan pengawasan dan deteksi dini, pemberdayaan dan ketahanan masyarakat, mitigasi dan sinergitas kelembagaan, serta penguatan fungsi intelijen juga program pencegahan berbasis masyarakat dan pendidikan.
Komisaris Polisi Mateus Cono juga menegaskan komitmen BNN Kabupaten Belu dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tengah dinamika ancaman narkoba yang semakin kompleks.
", Tentunya kita terus berkomitmen untuk mencegah dan mengatasi peredaran narkoba di Indonesia, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting keberhasilannya," ucap Komisaris Polisi Mateus Cono.
Dikesempatan yang sama Penyuluh Narkoba Ahli Muda Kabupaten Belu Dominikus Bria S.Kep dalam pemaparannya menyampaikan BNN Kabupaten Belu menorehkan sejumlah mencatat sejumlah capaian penting dalam target kinerja pencegahan dan pemberdayaan masyarakat tahun di tahun 2025,
Dijelaskan, Dominikus Bria dalam sasaran kinerja meningkatkan upaya pemulihan kawasan/wilayah rawan narkoba secara berkelanjutan khususnya desa Silawan perbatasan RI-RDTL mencapai hasil maksimal yakni dari Indeks bahaya 1,40 index berhasil menjadi 1,88 menjadi index Waspada, selanjutnya sasaran kinerja meningkatkan daya tangkal anak dan remaja terhadap pengaruh buruk dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika untuk indikator kerja index ketahanan diri remaja terhadap penyalahgunaan narkoba dari target 53,51 index BNN Kabupaten Belu mampu melampauinya dengan selisih keberhasilan 56,49 indeks (Sangat Tinggi) sementara untuk meningkatkan daya tangkal keluarga terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan indikator kinerja indeks ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba dari target 76,700 dinilai mampu memberikan kontribusi positif dan nyata karena berbagai program yang digalakkan.
Selain itu Dominikus Bria menambahkan, pihaknya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait bahaya narkoba dengan melakukan
Pertama pembentukan desa bersinar di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak juga relawan anti narkoba desa sebanyak 50 orang yang dibekali pembekalan pencegahan, hukum, rehabilitasi, komunikasi dan isu P4GN yang telah mendapatkan dukungan Dana Desa untuk P4GN di Kabupaten Belu,
Kedua, pembentukan pendidik remaja teman sebaya anti narkoba di SMPN 1 Tasifeto Barat, dari target 10 namun pengimpasan menjadi 300 remaja.
Ketiga dalam ketahanan keluarga anti narkoba di desa Kenebibi dengan target 20 KK/40 orang (Orang tua dan anak).
Keempat pemberdayaan alternatif dengan menyalurkan bantuan ayam broiler 1.000 ekor berserta pakan ternak dan perlengkapan di desa Silawan, bagi 20 kelompok dengan tujuan masyarakat lebih inovatif terampil dan berdaya secara ekonomi untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan juga kelima, Diseminasi Informasi P4GN dengan sasaran lingkungan pendidikan sekolah kelompok masyarakat, instansi pemerintah dan dunia usaha.
,"Jadi itu beberapa capaian yang berhasil kita lakukan di tahun 2025 dengan segala keterbatasannya dan kami juga melakukan pelaksanaan tes urine, PT El Nusa Petrofin Atapupu (27) orang dan Penilaian Kabupaten Tanggap Narkotika tahun 2025 BNNK Belu mencapai 2,90 kategori B /Tanggap) ," ucap Dominikus Bria.
Senada Ketua Tim Kerja Rehabilitasi Viktor Fahik, S.Kep, M.Sc dalam bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNN Kabupaten Belu mencatat sejumlah capaian penting dimana dalam seksi rehabilitasi telah memenuhi target dengan memiliki Klinik Pratama yang memfasilitasi layanan rehabilitasi rawat jalan selain itu pihaknya terus mendorong berbagai kegiatan penyebaran luasan informasi edukasi dalam indeks ketahanan diri remaja dengan menyasar di sekolah-sekolah dan mencapai 5 sekolah SMPN 1 Atambua, SMPN 2 Atambua, SMPK Don Bosco Atambua, SMPS Kristen Atambua dan SMP Asuulun
Lanjutnya, terkait Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) di BNNK Belu diterbitkan sebanyak 57 dan total rawat jalan klien di Klinik Pratama BNNK Belu sebanyak 5 orang.
"Kita agak kendala biaya yang cukup tinggi namun sedang dikoordinasikan untuk menyeimbangkan agar tidak membebani," ucap Victor.
Diakhir Victor optimis meskipun keterbatasan anggaran namun tetap mengupayakan dan mengerahkan seluruh potensi dalam meraih hasil yang terbaik demi masa depan yang sehat dan bersih dari narkoba.
Melalui Press release ini juga menunjukkan keterbukaan informasi publik dari BNNK Belu dalam memaparkan capaian kinerja BNN Kabupaten Belu yang menjadi langkah penting bagi masyarakat menilai capaian kinerja BNN Kabupaten Belu juga menjadi evaluasi dalam meningkatkan kinerja kedepannya. (KM)