Ekspresi Bebas di Atas Kanvas

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Komunitas Ester Fine Art terus membuka ruang ekspresi seni tanpa batas bagi anak-anak hingga orang dewasa di Aceh. Melalui pameran tahunan yang digelar di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK), komunitas ini menghadirkan karya seni yang lahir dari proses kreatif bebas, bukan tuntutan kesempurnaan.

Salah satu pengajar Ester Fine Art, Irma Nuni Parmi,

mengatakan komunitas ini hadir karena minimnya ruang seni yang benar-benar membebaskan ekspresi di Aceh.

“Di sini kita bebas berekspresi tanpa batas. Seni itu luas dan setiap orang berhak mengekspresikan dirinya di atas kanvasnya sendiri, tapi tetap dengan dasar seni,” ujar Nuni saat diwawancarai RRI Jumat (16/1/2026).

Ester Fine Art berdiri sejak 2018, berawal dari kerja sama antara Universitas Syiah Kuala dan University of the Nations, Jeju, Korea Selatan. Seiring waktu, kelas yang awalnya ditujukan untuk dewasa berkembang menjadi ruang belajar lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Menurut Nuni, banyak anak memiliki bakat seni, namun sering kali tidak mendapat ruang dan apresiasi yang memadai.

“Banyak orang tua baru sadar potensi anaknya ketika melihat karya mereka dipamerkan. Anak merasa diakui, percaya diri, dan tahu bahwa karyanya berharga,” katanya.

Senada dengan itu, Dian Kasmala Putri

, pengajar Ester Fine Art lainnya, menegaskan bahwa pameran tahunan bukan sekadar ajang memajang karya, melainkan ruang validasi dan perayaan proses kreatif anak-anak.

“Pameran ini bukan hanya memamerkan karya, tapi menjadi ruang apresiasi, validasi, dan perayaan proses kreatif anak-anak. Dari situ tumbuh rasa percaya diri mereka,” ungkap Dian.

Pameran tahun ini mengusung tema

Bermain di Danau dan menampilkan beragam media seni, mulai dari lukisan cat air, akrilik, oil pastel, hingga karya daur ulang dari bahan bekas. Selain pameran, pengunjung juga dapat menikmati kegiatan face painting yang terbuka untuk umum.

Dian menambahkan, seni menjadi medium penting untuk mengenal diri sejak dini. “Seni membantu kita mengenal diri sendiri. Lewat warna dan bentuk, anak-anak bisa mengekspresikan isi hati dan pikirannya tanpa takut dihakimi,” ujarnya.

Ester Fine Art juga menekankan peran orang tua dalam mendukung kreativitas anak. Dukungan tersebut dinilai menjadi kunci keberlanjutan proses belajar seni, baik secara emosional maupun praktis.

Melalui pameran ini, Ester Fine Art berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ruang seni semakin meningkat. “Kami ingin membuka mata bahwa seni itu bukan sekadar hobi, tapi bisa menjadi identitas dan bahkan ladang masa depan,” tutup Dian.

Rekomendasi Berita