Belajar Alam, Etika Lingkungan Anak Lebih Melekat

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pembelajaran berbasis alam dinilai mampu menanamkan pemahaman etika lingkungan yang lebih kuat pada anak dibandingkan metode belajar teoritis di kelas, karena anak terlibat langsung melalui pengalaman dan interaksi dengan alam.

Fasilitator Akademi Etika Lingkungan, Siti Zuhra, S.pd. Gr., M. Pd, mengatakan pembelajaran langsung di alam membuat anak-anak lebih mudah memahami nilai menjaga lingkungan. Menurutnya, pengalaman praktis memberi kesan mendalam yang bertahan lebih lama dalam ingatan anak.

“Di sekolah alam dan Akademi Etika Lingkungan, anak-anak langsung melihat dan menyentuh objek pembelajaran. Dari situ muncul kesadaran, misalnya mengapa pohon tidak boleh dirusak, karena mereka merasakan sendiri prosesnya,” kata Siti Zuhra dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, metode ini mendorong anak untuk berpikir kritis karena banyak pertanyaan muncul secara alami saat mereka berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar, berbeda dengan pembelajaran satu arah melalui buku.

Selain meningkatkan pemahaman, pembelajaran berbasis alam juga dinilai mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis anak. “Dari hasil gambar dan presentasi, kita bisa melihat apa yang benar-benar dipahami anak hari itu. Bahkan orang tua ikut merasakan dampaknya karena anak menceritakan kembali pengalamannya di rumah,” ujar Siti Zuhra yang akrab disapa Sizu.

Dirinya menyebutkan melalui pembelajaran berbasis alam, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menghargai dan menjaga lingkungan sejak dini. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli, kritis, dan bertanggung jawab terhadap alam di sekitarnya.


Rekomendasi Berita