Kementerian Agama Dorong PTKIN Tingkatkan Kualitas SDM
- by Tisi Maulidya Putri
- Editor Munzir Permana
- 20 Jan 2026
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Prof. Muhammad Ali Ramdhani mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), agar lebih responsif terhadap realitas sosial dan tidak terjebak pada penguatan pengetahuan semata. Hal itu disampaikan saat memberikan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, pada Selasa (20/1/2026).
Menurut Prof. Ali menegaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di PTKIN harus dilakukan secara utuh dengan menyentuh dimensi akal, keterampilan, dan sikap hidup yang tercermin dalam kebiasaan sehari-hari. Adapun kebiasaan dibangun dari tiga unsur utama, yakni pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill), dan kemauan atau usaha (Effort). Ketiganya menjadi fondasi pembentukan karakter sekaligus kualitas SDM. Prof. Ali juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti pada tataran konseptual. Menurutnya, ilmu harus diwujudkan dalam perilaku nyata.
“Ilmu harus bergerak dari kepala, hati, hingga tangan. Tidak cukup dipahami, tetapi harus diimplementasikan. Dalam konteks PTKIN, keselarasan antara iman, ilmu, dan amal merupakan ciri utama SDM unggul. Selain itu, ia menyoroti pentingnya kecerdasan emosional, terutama dalam kepemimpinan dan kehidupan sosial,” jelasnya.
Sementara itu Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Mujiburrahman menyampaikan bahwa pembinaan tersebut memiliki arti strategis, terutama sebagai penguatan layanan akademik dan administrasi pada awal tahun. Menurut Rektor, arah pengembangan UIN Ar-Raniry sejalan dengan Rencana Strategis 2025 – 2029, yang menargetkan penguatan kelembagaan serta peningkatan daya saing nasional dan internasional.
Rektor turut memaparkan sejumlah capaian institusi, antara lain perolehan akreditasi unggul dengan nilai 3,73, peningkatan jumlah guru besar dari 23 orang pada 2022 menjadi 60 orang saat ini, serta 33 dari 59 program studi yang telah berstatus Akreditasi Unggul. UIN Ar-Raniry tercatat memiliki lima jurnal terindeks Scopus Q1 dari total 108 jurnal aktif, dengan 58 jurnal telah terakreditasi nasional.
“UIN Ar-Raniry juga memperkuat kerja sama internasional, antara lain dengan Mohamed Bin Zayed University for Humanities, serta memperoleh dukungan Kementerian Agama RI dalam pengusulan pendanaan proyek strategis melalui skema PHLN untuk revitalisasi gedung kampus pascatsunami. Kami berharap pembinaan ini menjadi penguat langkah UIN Ar-Raniry dalam meningkatkan kualitas SDM dan layanan akademik ke depan,” tutup Rektor.