KONI Aceh Siapkan Strategi Hadapi PON NTB-NTT
- by Cut zahri
- Editor Munzir Permana
- 10 Nov 2025
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, dengan melakukan evaluasi rutin terhadap atlet-atlet pelatda melalui berbagai ajang, termasuk Kejurnas (Kejuaraan Nasional). Hal itu disampaikan oleh Bakhtiar, Ketua Pelatda KONI Aceh, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat (7/11/2025).
Menurut Bakhtiar, seluruh atlet yang tergabung dalam pelatda saat ini sedang menjalani program latihan terstruktur sesuai dengan arahan pelatih. “Atlet yang kita siapkan mengikuti evaluasi tahun 2025 melalui Kejurnas. Semua mengikuti program latihan yang disusun oleh pelatih, dan kami percaya karena mereka adalah pelatih PON yang berpengalaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kejurnas menjadi tolok ukur utama dalam menilai kemampuan dan kesiapan atlet Aceh menjelang PON 2028. “Melalui Kejurnas, kita bisa melihat perkembangan atlet, termasuk posisi peringkat mereka secara nasional. Setiap bulan juga ada laporan dari tim monitoring dan evaluasi (Monev) KONI untuk melihat progresnya,” jelasnya.
Bakhtiar menambahkan, pelatda Aceh tidak menutup kemungkinan melakukan perombakan komposisi atlet, terutama di cabang olahraga permainan dan bela diri. “Untuk cabang bela diri dan permainan memang sulit menentukan siapa yang pasti lolos ke PON, karena proses seleksinya ketat. Tapi untuk cabang olahraga terukur, sudah ada limit dari Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang. Jadi, beberapa atlet kita sudah memenuhi syarat limit tersebut,” paparnya.
Ia juga menyoroti perubahan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berdampak pada target medali Aceh. “Kalau di PON Aceh kemarin ada 65 cabang, di NTB–NTT nanti hanya 40 cabang. Jadi, sekitar 35 medali emas yang dulu kita raih hilang karena cabangnya tidak dipertandingkan,” jelasnya.
Meski demikian, KONI Aceh tetap bertekad mempertahankan posisi 10 besar nasional pada PON mendatang. “Kita realistis, jumlah medali mungkin berbeda, tapi target 10 besar tetap kita pertahankan. Dengan pembinaan yang baik dan dukungan semua pihak, kita optimis Aceh bisa bersaing,” tegas Bakhtiar.
Ia menambahkan, evaluasi berkelanjutan dan pembinaan jangka panjang menjadi kunci dalam menjaga performa atlet. “Masih ada waktu dua tahun lagi sebelum PON. Kita akan terus evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan menyiapkan atlet terbaik untuk mengharumkan nama Aceh,” pungkasnya.