Makna “Melihat Suara” dalam Film: Perspektif Penata Suara

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Konsep "melihat suara" dalam dunia perfilman sering kali terdengar unik, bahkan membingungkan bagi masyarakat awam. Namun, bagi Agung Aditya Pratama, seorang penata suara film - Regusuara Komunitas Film, istilah ini bukan sekadar kiasan. Bagi Agung, "melihat suara" merupakan filosofi inti dan fondasi utama dalam setiap proses penciptaan karya audiovisual yang berkualitas.

Menurut Agung, sebuah film tidak boleh hanya menitikberatkan pada keindahan visual atau gambar yang memukau semata. Ia menekankan bahwa suara memiliki tanggung jawab besar untuk mengisi setiap

frame dan memberikan nyawa pada gambar tersebut. Baginya, kehadiran audio harus selaras dan memiliki bobot yang sama pentingnya dengan elemen visual yang ditangkap oleh kamera. Agung mencoba menggeser paradigma lama dalam menikmati film dengan memperkenalkan pendekatan baru.

"Kita bukan lagi menggunakan kata mendengar suara, tapi melihat suara dalam satu

frame film," ujar Agung.

Pernyataan ini menegaskan bahwa suara seharusnya menjadi elemen yang begitu nyata sehingga penonton bisa merasakan keberadaannya secara visual dalam benak mereka. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tugas seorang penata suara dimulai jauh sebelum kamera mulai merekam. Seorang profesional di bidang ini harus memiliki imajinasi yang kuat untuk membayangkan elemen audio apa saja yang akan muncul dalam sebuah adegan. Kemampuan prediktif ini memungkinkan penata suara untuk merancang atmosfer yang tepat sesuai dengan visi sutradara.

Dengan pendekatan "melihat suara", fungsi audio bertransformasi dari sekadar pelengkap menjadi pembentuk pengalaman. Suara bertugas membangun ruang, kedalaman, dan tekstur dalam sebuah adegan yang tidak bisa dicapai oleh gambar sendirian. Hal inilah yang membuat penonton merasa benar-benar masuk ke dalam dunia yang diciptakan di layar lebar.

Pada akhirnya, sinergi antara mata dan telinga menjadi kunci utama dalam memengaruhi emosi penonton. Agung percaya bahwa ketika seseorang mampu "melihat suara", maka pesan dan perasaan yang ingin disampaikan melalui film akan terserap secara lebih utuh dan mendalam. Melalui Regusuara, ia terus konsisten membagikan perspektif ini untuk meningkatkan standar kualitas audio di industri film lokal.

Rekomendasi Berita