Penata Suara Film Wajib Kuasai Skrip Layaknya Aktor

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Dalam industri perfilman, departemen suara sering kali dianggap hanya bekerja pada aspek teknis di lapangan. Namun, fakta menarik diungkapkan oleh Agung Aditya Pratama, seorang penata suara film sekaligus pendiri Regusuara Komunitas Film. Ia menegaskan bahwa seorang penata suara dituntut memiliki pemahaman skrip yang sama kuatnya dengan para aktor.

Menurut Agung, peran departemen suara justru dimulai jauh sebelum kamera menyala, yakni pada tahap pra-produksi. Pemahaman mendalam terhadap naskah adalah fondasi utama untuk menciptakan atmosfer suara yang tepat.

“Penata suara harus hafal skrip. Dia harus tahu adegan ini berapa orang yang bicara, suara apa saja yang penting, bahkan adegan mana yang justru tidak membutuhkan dialog,” Ujar Agung.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa persiapan matang di tahap awal akan berdampak langsung pada kelancaran proses syuting. Dengan membedah skrip secara mendetail, penata suara dapat memetakan kebutuhan peralatan dan antisipasi kendala di lokasi.

Strategi ini membuat proses produksi menjadi jauh lebih efisien. Saat berada di lapangan, tim suara tidak lagi bekerja dengan cara meraba-raba atau sekadar mengandalkan insting sesaat.

“Seluruh elemen suara sudah ‘digambar’ di kepala sejak awal. Hal ini membuat kita tahu persis apa yang harus ditangkap tanpa membuang waktu di lokasi,” ucap Agung.

Melalui edukasi ini, Agung berharap sineas muda maupun masyarakat luas semakin menyadari bahwa departemen suara bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen penceritaan (storytelling) yang harus direncanakan secara matang sejak tahap penulisan naskah.

Rekomendasi Berita