Meet and Greet Film Dalam Sujudku, Jumpai Fans
- by Agus Gunawan
- Editor Aziz Zulkarnaen
- 21 Jan 2026
- Bandung
RRI.CO.ID, Cimahi - Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai acara meet and greet para pemain film Dalam Sujudku di Auditorium Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Selasa 20 Januari 2026. Acara yang digelar Project69, bertepatan dengan penayangan khusus film drama keluarga tersebut. sekaligus memperkenalkan film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 2026 mendatang.
Dalam Sujudku mengangkat tema pernikahan jarak jauh atau long distance married, sebuah realitas yang kerap dihadapkan pada ujian kepercayaan dan komunikasi. Cerita dikemas dalam drama keluarga yang menyoroti rapuhnya relasi ketika pasangan harus terpisah oleh tuntutan karier.
Alur film berpusat pada kehidupan Farid dan Aisyah, pasangan suami istri yang semula hidup harmonis bersama dua anak mereka. Kehidupan tersebut mulai berubah saat Farid harus pindah bekerja ke Jakarta demi pengembangan kariernya.

Jarak fisik yang tercipta perlahan menghadirkan jarak emosional. Di lingkungan kerja barunya, Farid semakin sering berinteraksi dengan Rina, rekan satu tim yang kemudian menjadi bagian penting dari konflik cerita.
Baca juga:
Sore Kembali Viral Usai Tayang Netflix IndonesiaKonflik tidak berhenti pada pengkhianatan semata. Film ini juga menampilkan pergulatan batin, kesabaran, serta dinamika keseharian yang menyertai upaya mempertahankan martabat dan keutuhan keluarga.
Film Dalam Sujudku dibintangi Marcell Darwin sebagai Farid dan Vinessa Inez sebagai Aisyah. Deretan pemain pendukung lainnya antara lain Naura Hakim, Riyuka Bunga, Dominique Sandra, Chika Waode, Momo Moriska, hingga Dennis Adhiswara.
Sutradara Rico Michael mengungkapkan ide cerita film ini berangkat dari kisah nyata seorang teman yang mencurahkan masalah rumah tangganya.
“Karakter Farid dan Aisyah merepresentasikan sosok yang dekat dengan realitas masyarakat,” ujar Rico.

Dari sisi produksi, produser Donnie Syech menyebut film ini juga terinspirasi dari berbagai cerita yang beredar di media sosial. Meski dihadapkan pada sejumlah kendala, proses produksi disebut berjalan lancar berkat kerja sama tim dan persiapan yang matang.
Donnie menambahkan, pembentukan kemistri pemain dilakukan melalui tahapan reading dan workshop selama sekitar tiga pekan sebelum syuting. Proses tersebut dinilai penting untuk membangun kedalaman emosi antar karakter.
Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Cimahi, Jakarta, dan Garut. Meski poster dan trailer menampilkan nuansa religius, film ini lebih menitikberatkan pada nilai-nilai keluarga dan upaya menghadapi masalah rumah tangga.
“Dalam Sujudku juga melibatkan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) sebagai salah satu lokasi syuting,” ucap Donnie.
Sementara itu Rektor Unjani, Prof. Agus Subagyo, mengapresiasi keterlibatan sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga karyawan kampus dalam proses produksi film tersebut.
Prof. Agus menilai film ini sarat pesan moral, terutama tentang kesetiaan dan kesabaran seorang istri.
“Harapannya film ini menjadi bahan refleksi, baik bagi perempuan maupun laki-laki, agar menjaga komitmen, tanggung jawab, dan keutuhan keluarga,” kata Prof Agus.