RRI.CO.ID, Serang - Kerusakan lingkungan dan maraknya kemaksiatan dinilai berkontribusi pada meningkatnya bencana. Hal itu disampaikan Pengurus PW DMI Banten, Kyai Ali Rohman, dalam Mutiara Pagi RRI Banten bertema “Sabar di Tengah Musibah,” Jumat 16 Januari 2026.
Kyai Ali menyoroti eksploitasi alam yang masif, mulai alih fungsi gunung menjadi proyek besar, lahan pertanian berubah menjadi vila dan
real estate, hingga pembakaran hutan dan pencemaran laut. “Penumpukan sampah, limbah industri, dan perusakan ekosistem terjadi di banyak tempat,” ujarnya.Ia juga menyinggung krisis moral seperti perjudian, perzinaan, perampokan, hingga praktik korupsi yang meluas. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengundang musibah sebagai bentuk tazkiyah atau pembersihan. “Akibat dosa dan kemaksiatan manusia, pantas jika Allah menurunkan musibah sebagai pembersih,” katanya.
Ia menekankan hubungan antara iman, takwa, dan keberkahan. “Jika penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Allah melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Namun ketika ayat-ayat didustakan, datanglah akibat perbuatannya,” ucapnya.
Meski demikian, Kyai Ali mengingatkan agar masyarakat tidak larut dalam saling menyalahkan. Ia menekankan sikap sabar, ikhtiar, dan perbaikan diri sebagai respons utama. “Tidak ada musibah tanpa hikmah di dalamnya,” ujarnya.
Ia mengajak publik memulai dari tindakan konkret: menjaga lingkungan, menghentikan perilaku merusak, serta memperkuat iman dan ketakwaan. “Bersabar saja tidak cukup; diperlukan perbaikan sikap agar musibah menjadi momentum perubahan,” ucapnya.