Mengenal Sistem Penggerak Kereta LRT

KBRN, Serang: Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) kini menjadi salah satu moda transportasi yang diminati masyarakat, terutama yang beraktivitas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). LRT mampu beroperasi tanpa masinis dengan sistem

Communication-Based Train Control (CBTC).

Tapi tahukah Anda bagaimana cara kerte LRT berkerja? Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT) menggunakan motor listrik penuh untuk memutar roda melalui aliran energi yang dikendalikan otomatis. Teknologi ini sekaligus menggantikan sistem mesin konvensional yang sebelumnya menggerakkan roda secara mekanis.

Baca juga:

Servis Injektor Mesin Mobil di Kota Serang Meningkat

Sistem traksi listrik menyalurkan tenaga langsung menuju motor penggerak roda melalui rangkaian perangkat pengatur arus. Proses ini pada akhirnya menghasilkan pergerakan kereta yang lebih halus meskipun melaju pada kecepatan tinggi.

Penggunaan listrik turut meningkatkan efisiensi energi yang dibutuhkan selama operasional harian kereta LRT. Teknologi ini juga membantu menekan potensi kehilangan tenaga yang umumnya muncul pada mesin berbahan bakar.

Seorang Pekerja LRT bagian

Monthly Light Maintenance, Wildan Almubaraq menjelaskan, motor listrik mengatur putaran roda dengan tingkat presisi tinggi. Ia turut menyebut sistem digital mampu menyesuaikan tenaga sesuai kondisi lintasan secara otomatis.

Baca juga:

Mengenal Fungsi VVT, Teknologi Mesin Mobil yang Efisien

Ia menambahkan, pemantauan kondisi kereta dilakukan melalui panel digital yang membaca data secara

real time. “Semua informasi langsung terbaca sehingga pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

Teknologi penggerak listrik terus disempurnakan guna menjaga performa roda tetap optimal dalam berbagai situasi operasional. Evaluasi rutin pun dilakukan untuk memastikan kenyamanan serta keamanan penumpang selalu berada pada standar terbaik. (Dinda Deva)

Rekomendasi Berita