Indonesia Perbarui 194 Nama Negara, Thailand Jadi Tailan
- by Rahmad Zayadi Muhajjir
- Editor Femmy Asti Yofani
- 18 Jan 2026
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akan mengalami pembaruan besar pada April 2026, dengan memasukkan ejaan baru untuk 194 nama negara di dunia sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku. Perubahan ini merupakan hasil standardisasi nama negara asing yang diajukan Indonesia dalam forum internasional.
Pembaruan ini termasuk revisi penulisan nama negara seperti Thailand menjadi Tailan dan Paraguay menjadi Paraguai agar sesuai dengan fonologi dan ortografi bahasa Indonesia.
Penetapan ejaan baku nama negara ini dilakukan melalui kerja sama antara Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), serta pakar linguistik dan pihak terkait. Standarisasi kemudian diajukan ke United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) dan tercatat secara resmi dalam dokumen internasional.
Menurut Kepala Badan Bahasa, penyesuaian ejaan dilakukan agar setiap nama negara dapat ditulis dan diucapkan sesuai kaidah bahasa Indonesia tanpa mengubah makna atau status kenegaraannya.
Pembaruan ini bertujuan menyelaraskan penulisan nama negara di ruang publik, pendidikan, dokumen resmi, dan media massa, sehingga konsisten secara linguistik dan mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia.
Meski demikian, perubahan nama negara dalam KBBI tidak otomatis menjadi aturan yang wajib dipakai oleh semua instansi, melainkan menjadi acuan kebahasaan yang direkomendasikan untuk digunakan dalam berbagai konteks formal dan akademik.
Beberapa contoh nama negara yang mengalami penyesuaian ejaan antara lain:
Afghanistan menjadi Afganistan
Belgium menjadi Belgia
Cabo Verde menjadi Tanjung Hijau
Thailand menjadi Tailan
Uruguay menjadi Uruguai
Daftar lengkap ejaan baru tersedia dalam dokumen resmi yang telah disusun dan disampaikan ke UNGEGN.
Pembaruan nama negara ini merupakan bagian dari usaha panjang Indonesia untuk membakukan penulisan geografis asing dalam bahasa nasional serta mempertahankan ketepatan dan konsistensi penggunaan bahasa Indonesia di berbagai bidang