​AI Dalam Media: Ancaman atau Mitra Jurnalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin terasa pengaruhnya di berbagai sektor, termasuk industri media. Memasuki awal tahun, pemanfaatan AI kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya penggunaannya dalam proses produksi dan distribusi informasi.

Hal ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah AI akan menjadi ancaman bagi profesi jurnalis, atau justru mitra yang memperkuat kerja jurnalistik. Pemanfaatan AI di media saat ini masih difokuskan pada fungsi pendukung.

Teknologi ini digunakan untuk membantu transkripsi wawancara, pengolahan data, penyusunan ringkasan informasi, hingga pengelolaan konten digital. AI hadir untuk meningkatkan efisiensi kerja redaksi, bukan menggantikan peran jurnalis dalam peliputan dan pengambilan keputusan editorial.



Di tingkat global, UNESCO melalui dokumen Guidance on AI and Journalism menegaskan pemanfaatan AI dalam media harus mengedepankan prinsip transparansi, akurasi, dan tanggung jawab kepada publik. AI dapat membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak boleh mengambil alih fungsi editorial yang berkaitan dengan etika dan kepentingan masyarakat.


Pandangan serupa juga disampaikan oleh pengembang teknologi melalui situs resmi OpenAI, Google AI, dan IBM AI. Ketiganya menegaskan bahwa sistem AI dirancang untuk mendukung pekerjaan manusia berbasis data. AI bekerja berdasarkan algoritma dan informasi yang tersedia, tanpa kemampuan memahami konteks moral, sosial, maupun dampak sebuah pemberitaan secara menyeluruh.


Meski menawarkan berbagai kemudahan, menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan AI di media. Teknologi ini tetap memiliki keterbatasan, seperti potensi kesalahan informasi dan bias data. Oleh karena itu, setiap hasil kerja AI perlu melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan oleh jurnalis sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.


Dikutip dari Antara News, Dalam konteks media penyiaran dan platform digital AI dapat menjadi mitra strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas jangkauan informasi. Namun, transparansi kepada publik tetap menjadi hal penting, termasuk memberikan penjelasan apabila sebuah konten diproduksi dengan bantuan teknologi AI.


Pada akhirnya, AI tidak menggantikan peran jurnalis, melainkan menjadi alat bantu yang dapat memperkuat kerja jurnalistik jika digunakan secara bertanggung jawab. Seperti ditegaskan dalam berbagai laporan Antara News, masa depan media tetap bertumpu pada integritas manusia di baliknya. Kolaborasi antara teknologi dan jurnalis, dengan etika dan kepentingan publik sebagai pijakan utama, menjadi kunci menjaga kualitas informasi di era digital.

Rekomendasi Berita