Escobar Cup Dibuka, Awal Kepahiang GTX Series 2026
- by Pemkab Kepahiang : Julian
- Editor Roki Eka Putra
- 11 Jan 2026
- Bengkulu
Kepahiang Grasstrack (Kepahiang GTX) Series musim 2026 resmi dibuka. Pembukaan ditandai dengan penyelenggaraan event Escobar Cup ke-6 yang digelar di Sirkuit nonpermanen (NP) Escobar Cup, Desa Pagar Gunung, Kabupaten Kepahiang, Minggu (11/1/2026).
Ajang balap motor tersebut diikuti sebanyak 164 pembalap (racer) yang berasal dari dalam Provinsi Bengkulu maupun luar Provinsi Bengkulu.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kepahiang Franco Escobar mengatakan, mulai tahun 2026 Kepahiang Grasstrack Series akan digelar sebanyak tiga seri perlombaan. Rangkaian kejuaraan tersebut diawali Escobar Cup ke-6, dilanjutkan Semarakpost Cup pada April 2026, dan ditutup dengan event peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026.
“Ini merupakan salah satu terobosan IMI Kabupaten Kepahiang dalam menyajikan event grasstrack yang bergengsi dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Kepahiang,” ujar Franco, yang juga merupakan pendiri Escobar Cup.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali dan membina bibit atlet muda berbakat di cabang olahraga balap motor off-road.
“Harapannya, event grasstrack ini mampu menyalurkan hobi menjadi prestasi serta memajukan dunia otomotif melalui ajang kompetisi yang terstruktur, aman, dan kompetitif, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kepahiang H. Zurdinata, S.IP mengatakan kehadiran Kepahiang GTX Series menjadi bagian penting dalam perkembangan olahraga grasstrack di Kabupaten Kepahiang.
“Kami mengapresiasi panitia pelaksana yang telah menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta pihak terkait lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah penyaluran hobi di bidang olahraga dan otomotif,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, penyelenggaraan grasstrack tidak hanya bertujuan mengembangkan infrastruktur balap, tetapi juga memperkuat sinergi antara komunitas otomotif dan pemerintah daerah, serta menyediakan wadah positif bagi generasi muda untuk mencegah praktik balap liar.
“Selain itu, event ini juga menjadi sarana untuk mendatangkan wisatawan dari luar daerah ke Kabupaten Kepahiang, sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan pelaku UMKM lokal,” katanya.