Hari Winnie the Pooh dirayakan Setiap 18 Januari

RRI.CO.ID, Biak : Winnie the Pooh telah menjadi favorit masa kecil selama beberapa generasi. Bahkan tanggal 18 Januari diperingati sebagai Hari Winnie the Pooh. Hari Winnie the Pooh dirayakan untuk memperingati hari ulang tahun penulis A.A. Milne pada tahun 1882. Ia menghidupkan beruang kuning pecinta madu yang menggemaskan ke dalam cerita-ceritanya, yang juga menampilkan putranya, Christopher Robin. Setidaknya sejak tahun 1986, Hari Winnie The Pooh dirayakan para penggemarnya.

Melansir laman BBC, A.A. Milne pertama kali menerbitkan kumpulan cerita anak-anaknya yang berjudul Winnie the Pooh. Awalnya diciptakan pada tahun 1926, kisah-kisahnya telah memicu mimpi masa kecil yang menyenangkan dan penuh cinta madu selama hampir satu abad. Cerita-cerita tersebut terinspirasi oleh putranya, Christopher Robin yang ia masukkan ke dalam buku-bukunya dan koleksi boneka binatangnya.

Cerita-cerita tersebut mengisahkan petualangan Winnie-the-Pooh, seekor beruang kuning ramah yang menyukai madu dan tinggal di Hutan Seratus Acre bersama teman-temannya, Eeyore, Piglet, Tigger, Owl, Rabbit, Kanga, dan Roo.

Beruang Pooh yang dicintai Milne, seperti yang biasa disebut, adalah beruang fiktif yang terinspirasi oleh beruang hitam bernama Winnie. Winnie tinggal di Kebun Binatang London selama Perang Dunia I. Putra penulis, Christopher Robin, sering mengunjungi beruang itu dan menamai boneka beruangnya sendiri dengan nama Winnie dan seekor angsa bernama Pooh.

Persahabatan ini menginspirasi serangkaian buku yang dimulai dengan When We Were Young pada tahun 1924. E.H. Shepard mengilustrasikan buku-buku tersebut dengan indah. Petualangan mereka membawa mereka dan jutaan anak-anak melalui Hutan Seratus Hektar. Setiap karakter memainkan peran unik dalam buku-buku tersebut. Baik kebijaksanaan Burung Hantu atau Kelinci yang membawa kelompok tersebut ke jalan yang salah atau perayaan yang terjadi, karakter-karakter dalam cerita tersebut menjadi dicintai di seluruh dunia.

Pada tahun 1960-an, Disney membeli hak atas karakter Winnie-the-Pooh, menghilangkan tanda hubung dari nama Pooh. Ilustrasinya juga sedikit berbeda. Cerita-cerita Milne telah diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa dan dianggap sebagai cerita anak-anak klasik hingga saat ini.

Rekomendasi Berita