Asam Lambung dan Anemia: Masalah Kesehatan Remaja

RRI.CO.ID, Biak - Belakangan ini, keluhan seperti nyeri ulu hati, cepat lelah, hingga sulit berkonsentrasi semakin sering terdengar di kalangan remaja. Sayangnya, kondisi tersebut kerap dianggap sepele dan hanya dikaitkan dengan kurang tidur atau telat makan. Padahal, di balik keluhan sederhana itu bisa tersembunyi masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan asam lambung dan anemia.

Asam Lambung, tidak lagi Identik dengan usia dewasa. Asam lambung sejatinya berperan penting dalam proses pencernaan. Namun, ketika produksinya berlebihan atau naik ke kerongkongan, muncullah berbagai keluhan seperti rasa terbakar di dada, nyeri ulu hati, mual, hingga mulut terasa asam. Pada remaja, gejala ini sering dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Padahal, pola hidup remaja masa kini justru menjadi faktor pemicu utama. Kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berlemak, minuman berkafein atau bersoda, serta tekanan akademik berkontribusi terhadap meningkatnya kasus asam lambung pada usia muda. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berisiko menurunkan kualitas tidur dan kesehatan saluran cerna.

Sementara itu ada juga yang namanya Anemia, masalah lama yang masih terjadi. Berbeda dengan asam lambung yang menimbulkan rasa tidak nyaman secara langsung, anemia sering kali datang tanpa disadari. Remaja yang mengalami anemia umumnya hanya merasa mudah lelah, pucat, sulit fokus, dan kurang berenergi. Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai kelelahan akibat aktivitas sekolah yang padat.

Anemia pada remaja, terutama remaja putri, paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Pola makan yang rendah zat besi, kebiasaan melewatkan waktu makan, serta kehilangan darah saat menstruasi menjadi faktor utama. Jika tidak ditangani, anemia dapat berdampak pada daya tahan tubuh dan menurunkan prestasi akademik.

Asam lambung dan Anemia memiliki keterkaitan yang kuat dengan pola hidup dan pola makan. Remaja yang sering mengonsumsi makanan instan rendah gizi, menjalani diet ekstrem, atau makan secara tidak teratur berisiko mengalami kedua kondisi ini sekaligus. Gangguan pencernaan bahkan dapat memengaruhi penyerapan nutrisi penting, termasuk zat besi.

Langkah paling rasional untuk mencegah asam lambung dan anemia adalah memperbaiki gaya hidup sejak dini. Makan teratur, memilih makanan bergizi seimbang, membatasi makanan pemicu asam lambung, serta mencukupi kebutuhan zat besi menjadi hal mendasar. Pengelolaan stres dan pola tidur yang baik juga tidak kalah penting.

Rekomendasi Berita