Toksoplasmosis dan Risiko Serius bagi Kehamilan
- by Mayang Cinde
- Editor Adi Fajar Nugraha
- 15 Jan 2026
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor: Toksoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
Toxoplasma gondii yang dapat menyerang manusia dan berbagai hewan berdarah panas. Parasit ini tersebar luas di berbagai wilayah dunia dan kerap tidak disadari keberadaannya.Pada umumnya, infeksi toksoplasmosis tidak menimbulkan gejala berarti pada orang dewasa dengan kondisi kesehatan yang baik. Namun, penyakit ini dapat menimbulkan dampak serius bagi ibu hamil serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dilansir dari website
www.halodoc.com bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat toksoplasmosis sebagai salah satu komponen infeksi TORCH yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi baru lahir. Infeksi ini dapat memicu komplikasi berat jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.Penularan toksoplasmosis dapat terjadi melalui konsumsi daging mentah atau kurang matang yang mengandung kista parasit. Selain itu, air atau tanah yang terkontaminasi kotoran kucing juga menjadi media penyebaran yang perlu diwaspadai.
Kucing berperan sebagai inang utama parasit
Toxoplasma gondii karena parasit tersebut dapat berkembang biak di dalam tubuhnya. Ookista yang dihasilkan kemudian dikeluarkan melalui kotoran dan dapat mencemari lingkungan sekitar.Sebagian besar penderita toksoplasmosis tidak menunjukkan tanda klinis yang jelas. Jika gejala muncul, keluhan yang dirasakan umumnya berupa demam ringan, nyeri otot, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Pada individu dengan daya tahan tubuh rendah, toksoplasmosis dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya. Komplikasi seperti peradangan otak, gangguan paru-paru, hingga kerusakan mata dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis intensif.
Diagnosis toksoplasmosis dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi tertentu. Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan apakah infeksi bersifat lama atau baru terjadi, terutama pada ibu hamil.
Pengobatan tidak selalu diperlukan bagi penderita yang sehat dan tanpa gejala. Namun, terapi khusus dianjurkan bagi ibu hamil, bayi yang terinfeksi, serta pasien dengan gangguan sistem imun untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Upaya pencegahan menjadi langkah penting dalam menekan risiko penularan toksoplasmosis. Masyarakat diimbau untuk memasak daging hingga matang, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari kontak langsung dengna kotoran kucing.
Organisasi Kesehatan Dunia menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan toksoplasmosis, terutama bagi kelompok rentan. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai mampu menurunkan risiko infeksi secara signifikan.
Ibu hamil disarankan untuk lebih waspada terhadap potensi paparan toksoplasmosis selama masa kehamilan. Konsultasi rutin dengan tenaga medis diperlukan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga.
Pemeriksaan dan penanganan yang dilakukan sejak awal dapat mencegah dampak buruk toksoplasmosis. Kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.