NASA Resmikan Langkah Perdana Misi Artemis II
- by Dwianto Humardhani
- Editor Adi Fajar Nugraha
- 18 Jan 2026
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - NASA resmi memulai tahap awal misi Artemis II dengan menggerakkan roket Space Launch System (SLS) menuju landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida pada Sabtu, 17 Januari 2026. Misi ini akan menjadi perjalanan berawak pertama yang mengitari bulan dan kembali ke Bumi dalam lebih dari lima dekade, sejak keberhasilan Apollo 17 pada tahun 1972.
Jendela peluncuran Artemis II dibuka pada 6 Februari 2026 mendatang, menandai langkah penting dalam rangkaian program Artemis yang dirancang untuk membawa manusia kembali ke orbit dan permukaan bulan. Misi berawak selama sepuluh hari ini juga menjadi fondasi bagi Artemis III, yang ditargetkan mengembalikan astronaut ke permukaan bulan dalam beberapa tahun mendatang.
Pengiriman roket SLS dan kapsul Orion ke landasan dilakukan menggunakan kendaraan raksasa Crawler-Transporter 2. Perpindahan sejauh empat mil ini memakan waktu hingga 12 jam dan menjadi salah satu proses logistik terbesar dalam persiapan misi ruang angkasa modern. Setibanya di lokasi, tim teknis akan melakukan serangkaian uji coba lengkap, termasuk pengisian bahan bakar untuk memastikan kesiapan peluncuran.
Artemis II tidak hanya menjadi misi eksplorasi, tetapi juga batu loncatan bagi pengembangan teknologi otonom dan kecerdasan buatan dalam penerbangan antariksa. NASA memandang bulan sebagai lokasi ideal untuk menguji kemampuan tersebut sebelum diterapkan pada misi jarak jauh, termasuk yang menuju Mars maupun eksplorasi planet lain seperti Venus.
Kru Artemis II terdiri atas Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen. Keempatnya menjalani pelatihan intensif sebagai persiapan menghadapi tantangan perjalanan mengitari sisi jauh bulan sekaligus melakukan berbagai pengamatan ilmiah.
Selain aspek eksplorasi, misi ini juga membuka peluang penelitian baru mengenai asal-usul tata surya. Permukaan bulan yang minim perubahan geologis menjadi arsip alami yang menyimpan jejak penting tentang pembentukan planet, proses kosmik awal, hingga potensi kehidupan di luar Bumi.
Setelah menuntaskan perjalanan, kapsul Orion dijadwalkan mendarat di Samudra Pasifik. Proses evakuasi wahana dan kru akan dilakukan dengan dukungan armada Angkatan Laut Amerika Serikat.
Dengan dimulainya pergerakan roket menuju landasan, NASA secara resmi memasuki babak baru eksplorasi ruang angkasa yang berpotensi mengubah arah penelitian, teknologi, dan ambisi manusia dalam menjelajahi alam semesta.