Cara Merawat Motor Tua Agar Tetap Tangguh

KBRN, Boven Digoel: Motor tua memiliki nilai sentimental dan estetika tersendiri. Banyak orang tetap setia pada motor lawas karena desainnya unik, perawatannya sederhana, dan sensasi berkendaranya berbeda. Namun, semakin bertambah usia, performa mesin dan komponen lain tentu mengalami penurunan. Oleh karena itu, motor tua membutuhkan perhatian ekstra agar tetap tangguh di jalan dan aman digunakan. Berikut panduan lengkap merawat motor tua agar tetap bertenaga dan nyaman dikendarai.

Pertama, rutin mengganti oli mesin adalah hal yang sangat penting. Mesin motor tua cenderung menghasilkan panas lebih tinggi dan celah antar komponen sudah mulai melebar. Mengganti oli setiap 2.000–3.000 km atau sekitar dua bulan sekali akan menjaga pelumasan tetap optimal. Pilih oli dengan viskositas sedikit lebih kental sesuai rekomendasi pabrikan, agar mesin tetap halus dan tidak cepat panas.

Kedua, membersihkan karburator secara berkala. Sebagian besar motor tua menggunakan karburator, bukan sistem injeksi. Endapan dan kotoran mudah menumpuk pada karburator akibat kualitas bahan bakar atau debu yang masuk. Kondisi ini membuat pembakaran tidak sempurna, tarikan menjadi berat, dan konsumsi bahan bakar boros. Membersihkan karburator setiap 1–2 bulan bisa mengembalikan performa mesin dan menjaga akselerasi tetap responsif.

Ketiga, periksa kondisi busi dan sistem pengapian. Busi yang aus atau berubah warna dapat menyebabkan motor brebet, susah hidup, atau boros bensin. Gantilah busi jika percikan apinya melemah. Periksa juga komponen pendukung seperti koil, CDI, dan kabel busi. Sistem pengapian yang stabil akan memastikan pembakaran merata dan performa mesin terjaga.

Selanjutnya, cek sistem kelistrikan. Usia motor membuat kabel rentan getas, soket mudah longgar, atau terminal berkarat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu performa, tetapi juga berbahaya karena dapat menimbulkan korsleting. Pastikan lampu, klakson, dan starter berfungsi normal. Jika perlu, bungkus kabel dengan pelindung tambahan agar lebih tahan terhadap panas dan getaran.

Kemudian, rawat sistem pengereman secara berkala. Motor tua sering mengalami kampas rem aus, minyak rem kotor, atau rem belakang yang kurang pakem. Pastikan kampas rem diganti sesuai kondisi, cek kaliper agar tidak macet, dan ganti minyak rem minimal sekali setahun. Rem yang baik sangat penting untuk keselamatan, terutama saat berkendara jarak jauh atau di jalanan padat.

Bagian kaki-kaki motor juga wajib diperhatikan. Rantai dan gir harus dibersihkan, dilumasi, dan disetel ketegangannya. Rantai yang kendor atau aus dapat mengurangi tenaga mesin dan menimbulkan suara berisik. Selain itu, suspensi juga perlu diperiksa. Shockbreaker yang lemah membuat motor terasa limbung dan tidak stabil. Ganti oli shock atau komponen rusak agar kenyamanan tetap terjaga.

Tidak kalah penting, gunakan bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi mesin. Motor tua umumnya cocok dengan BBM beroktan menengah agar pembakaran tidak knocking. Memanaskan mesin selama beberapa menit setiap pagi juga membantu oli bersirkulasi merata.

Terakhir, lakukan servis besar secara berkala, termasuk membersihkan filter udara, menyetel klep, mengecek kompresi, serta memastikan semua baut dan mur dalam kondisi kencang. Servis besar membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum menjadi kerusakan berat.

Rekomendasi Berita