Membedakan Makanan yang Tidak Mengandung Bahan Pengawet
- by Nono Kartono
- Editor Alek Sunardi
- 17 Jan 2026
- Cirebon
RRI. CO.ID, Cirebon - Memilih makanan yang segar dan bebas dari pengawet berlebih kini menjadi tantangan tersendiri. Meski tidak semua pengawet berbahaya (beberapa bersifat alami seperti garam atau asam sitrat), konsumsi pengawet sintetis dalam jangka panjang sering kali dikaitkan dengan masalah kesehatan.
Berikut adalah panduan praktis untuk membantu Anda membedakan makanan yang mengandung pengawet buatan dengan yang tidak.
1. Perhatikan Masa Kadaluwarsa
Cara paling mudah adalah melihat seberapa lama produk tersebut dapat bertahan di suhu ruang.
Tanpa Pengawet: Biasanya hanya bertahan 1–3 hari (seperti roti segar dari bakery atau mie basah pasar). Setelah itu, makanan akan mulai berjamur atau berbau asam.
Dengan Pengawet: Memiliki masa simpan yang sangat lama, mulai dari beberapa bulan hingga tahunan, meskipun hanya disimpan dalam kemasan plastik biasa.
2. Uji Tekstur dan Penampilan
Makanan alami memiliki karakteristik fisik yang berubah seiring waktu.
Roti: Roti tanpa pengawet akan mengeras atau muncul bintik jamur dalam 3 hari. Roti dengan pengawet tetap terasa lembut dan empuk bahkan setelah seminggu.
Mie Basah: Mie tanpa pengawet biasanya lebih mudah hancur dan terasa kenyal alami. Jika mie terasa sangat kenyal (seperti karet) dan tidak lengket meski sudah seharian di suhu ruang, waspadai kandungan formalin atau boraks.
Daging & Ikan: Ikan segar akan dikerubuti lalat dan memiliki bau khas amis. Ikan yang mengandung pengawet berbahaya (seperti formalin) biasanya tidak dihinggapi lalat, teksturnya sangat kaku, dan tidak berbau amis.
3. Perubahan Warna
Warna Alami: Buah atau sayuran potong yang tanpa pengawet akan mengalami oksidasi (berubah warna menjadi kecokelatan) jika dibiarkan di udara terbuka.
Warna Awet: Jika buah kalengan atau makanan olahan tetap memiliki warna yang sangat cerah dan mencolok dalam waktu lama, kemungkinan besar terdapat tambahan pewarna dan pengawet sintetis untuk menjaga estetika produk.
4. Baca Label Komposisi (Ingridients)
Jika Anda membeli makanan dalam kemasan, selalu cek bagian belakang label. Hindari atau batasi produk yang mengandung istilah-istilah kimia berikut:
Natrium Benzoat / Sodium Benzoate: Sering ditemukan pada minuman ringan dan saus.
Nitrit / Nitrat: Umumnya ada pada daging olahan seperti sosis dan nugget.
BHA / BHT: Pengawet lemak agar tidak cepat tengik.
Sulfur Dioksida: Biasanya pada buah kering.
5. Reaksi Terhadap Serangga
Ini adalah cara tradisional yang cukup efektif. Makhluk hidup lain seperti semut, lalat, atau ulat cenderung menghindari makanan yang mengandung bahan kimia tajam. Jika makanan manis Anda tidak didatangi semut dalam waktu lama di area terbuka, itu bisa menjadi indikasi adanya bahan tambahan yang tidak alami.
Langkah terbaik untuk menghindari pengawet adalah dengan mengonsumsi "Real Food" atau bahan pangan utuh yang diolah sendiri di rumah. Semakin pendek rantai proses pengolahannya, semakin sedikit zat kimia yang masuk ke tubuh Anda.
Tidak semua pengawet itu jahat. Pengawet alami seperti garam, gula, cuka, dan proses pengasapan telah digunakan berabad-abad dan relatif lebih aman bagi tubuh jika dikonsumsi dalam batas wajar.