Relevansi UMKM dalam Memperkuat Struktur Ekonomi

KBRN, Denpasar: Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan signifikansi strategis dalam membangun ketahanan sekaligus inklusivitas perekonomian nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif, sektor UMKM tidak hanya bertindak sebagai motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan kemandirian ekonomi komunitas. Secara struktural, UMKM berkontribusi besar terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.

Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa, I Wayan Chandra Adyatma kepada RRI Denpasar menyampaikan, kemampuan UMKM dalam mendorong pemerataan ekonomi dipengaruhi oleh akses, serta permodalan.

“Kemampuan UMKM dalam mendorong pemerataan ekonomi dipengaruhi akses faktor produksi khususnya permodalan, dan kualitas sumber daya, teknologi, mempengaruhi akses UMKM dapat berkembang,” ujarnya pada Rabu (24/12/2025).

Chandra Adyatma menambahkan, karakter UMKM yang adaptif dan dekat dengan realitas sosial ekonomi masyarakat turut mendukung penguatan fondasi ekonomi berbasis kerakyatan, sekaligus meningkatkan ketahanan sosial di tengah tekanan ekonomi. Integrasi UMKM dalam ekosistem ekonomi digital juga memperluas akses pasar, meningkatkan literasi kewirausahaan, serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat. Ia menyebut, dari perspektif professional, kebijakan pemerintah dengan penyederhanaan perizinan menunjukan ke arah positif, hanya saja efektifitas masih bersifat parsial, dan belum sepenuhnya menjangkau UMKM di Sektor Informal.

“Kalau kita melihat dari kacamata profesional, kebijakan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukan tren positif terutama melalui penyederhanaan perizinan, maupun dorongan digitalisasi UMKM. Akan tetapi itu masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya menjangkau sektor informal,” ucapnya.

Chandra Adyatma menegaskan, keberlanjutan kontribusi UMKM dalam memperkuat struktur ekonomi inklusif masih menghadapi sejumlah tantangan. Dengan dorongan kebijakan yang konsisten, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lapangan, UMKM memiliki potensi besar untuk terus menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar entitas bisnis, UMKM merupakan instrumen strategis dalam membangun struktur ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga bermakna bagi kesejahteraan masyarakat luas.


Rekomendasi Berita