Menelusuri Jejak Resident Evil: Sejarah dan Garis Waktu
- by
- Editor Ni Putu Nirawati
- 19 Jan 2026
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kabar gembira bagi komunitas gamer global karena Capcom sebelumnya telah mengumumkan tanggal rilis Resident Evil 9 atau Resident Evil Requiem pada 27 Februari 2026 mendatang. Kehadiran seri terbaru ini tidak hanya menjadi jawaban atas penantian panjang para penggemar, tetapi juga diprediksi akan menjadi babak krusial dalam menutup atau membuka misteri baru di semesta horor ini. Menjelang peluncurannya yang tinggal menghitung hari, menilik kembali lini masa utama (canon) menjadi hal yang wajib dilakukan agar para pemain tidak kehilangan jejak narasi besarnya.
Sejarah panjang waralaba ini pertama kali dimulai pada tahun 1996, yang awalnya lahir dari visi untuk menciptakan pengalaman horor mendalam di dalam sebuah rumah mewah. Menurut sumber dari catatan pengembangan internal Capcom, konsep awal Resident Evil sebenarnya terinspirasi dari gim horor era 80-an berjudul Sweet Home. Inovasi Shinji Mikami dalam merancang atmosfer yang menekan dan keterbatasan sumber daya bagi pemain, akhirnya berhasil menciptakan standar baru yang kita kenal sebagai genre survival horror.
Secara garis waktu canon, bibit bencana biologis ini telah ditanam jauh sebelum insiden di gim pertama terjadi. Menurut sumber dari lini masa resmi yang diterbitkan oleh pengembang, semuanya berawal pada pertengahan 1960-an ketika para pendiri Umbrella Corporation menemukan Progenitor Virus di Afrika. Ambisi untuk menciptakan evolusi pada manusia melalui virus tersebut justru melahirkan berbagai senjata biologis mematikan, termasuk T-Virus yang menjadi momok utama di banyak seri awal.
Momen yang paling menentukan dalam sejarah Resident Evil adalah tragedi yang melumpuhkan Raccoon City pada September 1998. Menurut sumber dari arsip cerita resmi, kebocoran virus yang dimulai dari laboratorium bawah tanah menyebar secara masif ke seluruh populasi kota. Insiden ini memaksa pemerintah mengambil langkah drastis dengan meluncurkan serangan nuklir untuk membumihanguskan seluruh area, sebuah peristiwa yang hingga kini menjadi luka terdalam dalam sejarah lini masa gim tersebut.
Setelah runtuhnya Umbrella, konflik bergeser menjadi perang melawan terorisme biologis di skala global yang melibatkan berbagai organisasi baru. Menurut sumber dari panduan resmi Resident Evil, karakter-karakter ikonik seperti Chris Redfield dan Leon S. Kennedy terus berjuang menghadapi ancaman yang berevolusi, mulai dari parasit Las Plagas di pedesaan Eropa hingga serangan virus skala besar di berbagai kota metropolitan. Evolusi musuh yang semakin cerdas menunjukkan betapa berbahayanya ambisi manusia dalam merekayasa genetika.
Memasuki babak terbaru pada seri ke-7 dan ke-8, fokus cerita memberikan perspektif baru melalui perjalanan emosional Ethan Winters. Menurut sumber dari dokumentasi pengembang, peristiwa di pemukiman terpencil yang melibatkan Megamycete (jamur purba) dalam Resident Evil Village menandai titik penting dalam sejarah modern waralaba ini. Akhir dari kisah Ethan tidak hanya menutup satu babak, tetapi juga membuka jalan bagi peran karakter generasi baru yaitu Grace Ashcroft yang diprediksi akan menjadi kunci utama dalam seri ini dan juga kembalinya tokoh utama Leon S. Kennedy yang sangat dinantikan aksinya pada 27 Februari 2026 nanti.
Kehadiran Resident Evil 9 diharapkan tidak hanya membawa inovasi dari sisi teknologi grafis, tetapi juga memperdalam narasi yang sudah ada sejak tiga dekade lalu. Konsistensi Capcom dalam merawat lini masa canon telah membuktikan bahwa kekuatan cerita adalah elemen utama yang membuat gim ini tetap relevan bagi lintas generasi. Kini, para pemain di seluruh dunia bersiap untuk kembali menghadapi kengerian baru yang pastinya akan mengubah peta sejarah dunia Resident Evil selamanya.