Apa Saja Layanan Dalam Dunia Cloud Computing?
- by Ida Bagus Ngurah Tri Pramana
- Editor Ni Putu Nirawati
- 18 Jan 2026
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Komputasi awan atau cloud computing kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak aplikasi dan layanan yang kita gunakan sebenarnya berjalan di “awan”, bukan di komputer pribadi. Dirangkum dari berbagai sumber, dalam dunia cloud, terdapat beberapa model layanan yang sering disebut, yaitu SaaS, PaaS, IaaS, dan DaaS. Keempatnya memiliki perbedaan utama pada apa saja yang disediakan oleh penyedia layanan dan apa yang harus dikelola oleh pengguna.
SaaS atau Software as a Service adalah model layanan cloud yang paling mudah digunakan. Dalam model ini, pengguna langsung memakai aplikasi yang sudah siap pakai melalui internet, biasanya lewat browser. Pengguna tidak perlu memikirkan instalasi, pembaruan, atau perawatan sistem. Tugas pengguna hanya mengelola data dan akun mereka sendiri. Contoh SaaS yang sering digunakan sehari-hari adalah Google Docs, Gmail, Microsoft 365, dan Salesforce. Semua urusan teknis seperti server, sistem operasi, dan keamanan ditangani oleh penyedia layanan.
Berbeda dengan SaaS, PaaS atau Platform as a Service ditujukan terutama bagi pengembang aplikasi. PaaS menyediakan sebuah “lingkungan siap pakai” untuk membuat dan menjalankan aplikasi tanpa harus membangun infrastruktur dari nol. Pengguna cukup fokus pada pembuatan aplikasi dan pengelolaan data, sementara penyedia layanan mengurus sistem operasi, server, dan jaringan. Contoh PaaS yang populer antara lain Heroku, Google App Engine, dan AWS Elastic Beanstalk. Model ini memudahkan pengembang untuk berinovasi tanpa repot mengelola hal-hal teknis yang rumit.
IaaS atau Infrastructure as a Service memberikan tingkat kontrol yang lebih besar kepada pengguna. Dalam model ini, penyedia cloud hanya menyediakan infrastruktur dasar seperti server virtual, penyimpanan data, dan jaringan. Pengguna bertanggung jawab mengelola sistem operasi, aplikasi, dan data mereka sendiri. IaaS cocok bagi organisasi yang ingin fleksibilitas tinggi dan kontrol penuh atas sistem mereka. Contoh layanan IaaS adalah Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Compute Engine.
Sementara itu, DaaS atau Desktop as a Service berfokus pada penyediaan komputer desktop virtual. Dengan DaaS, pengguna bisa mengakses lingkungan desktop lengkap dari mana saja dan dari perangkat apa pun, asalkan terhubung ke internet. Semua pengaturan utama, termasuk sistem operasi desktop, ditangani oleh penyedia layanan. Pengguna hanya perlu menjalankan aplikasi dan mengelola data di dalam desktop virtual tersebut. Contoh DaaS antara lain Amazon WorkSpaces dan Citrix Virtual Apps and Desktops.
Jika disusun seperti sebuah tangga, SaaS berada di tingkat paling atas karena paling banyak dikelola oleh penyedia layanan dan paling sedikit membutuhkan pengelolaan dari pengguna. IaaS berada di tingkat paling bawah karena memberikan kontrol paling besar kepada pengguna. PaaS dan DaaS berada di antara keduanya. Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat dapat lebih mudah memilih layanan cloud yang sesuai dengan kebutuhan, baik untuk penggunaan pribadi, bisnis, maupun pengembangan teknologi.