Bagaimana Alur Data Dalam Aplikasi Web?
- by Ida Bagus Ngurah Tri Pramana
- Editor Ni Putu Nirawati
- 18 Jan 2026
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan aplikasi web, seperti media sosial, toko online, atau layanan perbankan digital. Di balik kemudahan tersebut, ada proses penting yang disebut alur data aplikasi web. Alur data ini menggambarkan perjalanan informasi sejak pengguna mengetik atau mengklik sesuatu di layar, hingga hasilnya muncul kembali di browser. Proses ini memastikan bahwa data dapat dikirim, diproses, dan ditampilkan dengan benar serta aman.
Dirangkum dari medium, secara sederhana, alur data aplikasi web adalah komunikasi antara pengguna dan sistem. Pengguna berinteraksi melalui peramban web (browser) di perangkat mereka, seperti ponsel atau komputer. Bagian ini sering disebut sebagai front-end, yaitu tampilan yang langsung dilihat dan digunakan oleh pengguna. Ketika pengguna mengisi formulir, menekan tombol, atau mencari informasi, front-end akan mengirimkan permintaan data ke server.
Server berperan sebagai otak aplikasi dan disebut juga sebagai back-end. Di sinilah semua logika dan aturan aplikasi dijalankan. Server menerima permintaan dari pengguna, lalu memeriksa apakah data yang dikirim sudah benar, apakah pengguna memiliki izin, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jika diperlukan, server akan mengambil atau menyimpan data ke tempat penyimpanan, seperti basis data (database).
Basis data atau data store adalah tempat menyimpan informasi penting, misalnya data akun pengguna, riwayat transaksi, atau konten aplikasi. Server berkomunikasi dengan basis data untuk mengambil data lama atau menyimpan data baru. Semua proses ini biasanya tidak terlihat oleh pengguna, tetapi sangat penting agar aplikasi dapat berjalan dengan lancar.
Agar komunikasi antara front-end dan back-end berjalan rapi, digunakan API atau Application Programming Interface. API bisa diibaratkan sebagai jembatan atau aturan komunikasi. Melalui API, front-end tahu cara meminta data, dan back-end tahu cara memberikan respons. Dengan adanya API, sistem menjadi lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.
Setelah server selesai memproses permintaan, hasilnya dikirim kembali ke front-end dalam bentuk respons. Respons ini bisa berupa teks, gambar, atau data lainnya. Front-end kemudian menampilkan data tersebut dalam bentuk yang mudah dipahami, seperti halaman web, tabel, atau notifikasi. Inilah yang akhirnya dilihat oleh pengguna sebagai hasil dari aksi yang mereka lakukan.
Dalam aplikasi web modern, alur data sering kali didukung oleh layanan cloud. Salah satu contohnya adalah Google Cloud Dataflow, yang digunakan untuk memproses data secara real-time dan dalam skala besar. Dengan teknologi cloud, aplikasi dapat menangani banyak pengguna sekaligus, memproses data dengan cepat, dan tetap stabil meskipun beban meningkat.