Obat Anti-Nyeri Penolong, Salah Pakai Bisa Berbahaya
- by Dhika Panji Triwijoyo
- Editor Desy Natalia
- 17 Jan 2026
- Ende
RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Obat anti-nyeri kerap menjadi pilihan pertama masyarakat untuk meredakan keluhan sakit. Namun, penggunaan yang tidak tepat dan berkepanjangan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.
Dokter Umum Siloam Labuan Bajo, dr. Eunike Eileen Emeralda, menjelaskan bahwa obat anti-nyeri memiliki manfaat besar jika digunakan sesuai indikasi. Hal itu disampaikannya dalam Program ZONA EDUKASI RRI Labuan Bajo.
“Parasetamol umumnya menjadi lini pertama untuk nyeri ringan karena relatif lebih aman. Sementara golongan NSAID seperti asam mefenamat dan ibuprofen digunakan untuk nyeri sedang, tetapi efek sampingnya lebih kuat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, penggunaan obat anti-nyeri jangka panjang tanpa pengawasan medis dapat memicu gangguan lambung. Obat-obatan tersebut dapat menghambat zat pelindung dinding lambung sehingga menyebabkan iritasi, nyeri lambung kronis, hingga perdarahan.
Selain lambung, ginjal juga berisiko terdampak. Menurut dr. Eunike, konsumsi anti-nyeri dalam waktu lama dapat memperlambat aliran darah ke ginjal dan berujung pada gagal ginjal jika tidak dikendalikan.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menjadikan obat anti-nyeri sebagai solusi tunggal. Nyeri yang tidak membaik dalam waktu lebih dari satu minggu perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebab dasarnya.