Bahaya Angkat Beban Galon Air Bagi Rahim Perempuan

  • by
  • Editor Oktavianus Rangga
  • 17 Jan 2026
  • Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Mengangkat galon air minum sering dianggap pekerjaan rumah tangga biasa. Namun bagi perempuan, aktivitas ini menyimpan risiko kesehatan yang jarang disadari, terutama pada rahim dan organ dalam. Beban galon yang berat dapat memicu masalah serius jika dilakukan berulang dan tanpa teknik yang benar.

Saat perempuan mengangkat beban berat, tekanan di dalam perut meningkat tajam. Tekanan ini akan langsung ditahan oleh otot dasar panggul, yaitu otot yang berfungsi menopang rahim, kandung kemih, dan usus. Jika otot tersebut melemah, organ-organ tersebut bisa bergeser dari posisi normal.

Salah satu risiko yang dapat muncul adalah penurunan rahim atau prolaps uteri. Kondisi ini terjadi ketika rahim turun ke arah vagina akibat lemahnya penyangga otot panggul. Risiko prolaps meningkat pada perempuan yang sering mengangkat berat, terlebih bagi yang sudah pernah melahirkan secara normal.

Selain rahim, kandung kemih dan usus juga dapat terdampak. Tekanan berlebihan dapat menyebabkan gangguan berkemih, seperti sulit menahan urine, rasa penuh di panggul, hingga ketidaknyamanan di perut bagian bawah. Keluhan ini sering muncul perlahan dan kerap diabaikan.

Pada ibu hamil, mengangkat galon sangat tidak dianjurkan. Aktivitas ini dapat memicu kontraksi dini, nyeri perut, hingga meningkatkan risiko gangguan kehamilan. Meski tidak selalu langsung berdampak, risikonya cukup besar jika dilakukan berulang.

Gejala awal gangguan rahim akibat angkat berat antara lain nyeri panggul, rasa berat di perut bawah, pegal berkepanjangan, hingga rasa seperti ada tekanan ke bawah. Sayangnya, banyak perempuan baru menyadari setelah keluhan semakin berat.

Untuk mencegah dampak tersebut, perempuan disarankan menghindari mengangkat galon secara langsung. Gunakan alat bantu, minta bantuan orang lain, atau manfaatkan layanan antar air minum. Menjaga kesehatan organ reproduksi jauh lebih penting daripada memaksakan diri.

Kesadaran akan bahaya angkat berat perlu ditingkatkan. Pekerjaan rumah tangga seharusnya tidak menjadi penyebab gangguan rahim di kemudian hari. Menjaga tubuh tetap aman adalah bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan jangka panjang.

Rekomendasi Berita