Rambut Bercabang: Perlu Dipotong atau Tidak?
- by Syarifah Dini
- Editor Oktavianus Rangga
- 18 Jan 2026
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Rambut bercabang menjadi salah satu masalah rambut yang paling sering dialami, terutama bagi mereka yang memiliki rambut panjang atau sering menggunakan alat styling panas. Kondisi ini terjadi ketika ujung rambut menjadi kering, rapuh, dan terbelah menjadi dua atau lebih. Banyak orang bertanya-tanya apakah rambut bercabang harus selalu dipotong atau masih bisa diselamatkan.
Menurut para ahli perawatan rambut, rambut bercabang umumnya disebabkan oleh kurangnya kelembapan, penggunaan cat rambut berlebihan, paparan sinar matahari, serta kebiasaan mengeringkan rambut dengan suhu tinggi. Faktor mekanis seperti menyisir terlalu keras juga dapat memperparah kondisi ini.
Meski ada produk perawatan yang mengklaim dapat “menyambung” rambut bercabang, faktanya kerusakan yang sudah terjadi tidak bisa benar-benar diperbaiki secara permanen. Produk tersebut hanya bersifat sementara untuk membuat tampilan rambut terlihat lebih halus.
Oleh karena itu, memotong ujung rambut yang bercabang menjadi solusi paling efektif untuk mencegah kerusakan menjalar lebih jauh ke batang rambut. Potongan ringan secara berkala justru membantu menjaga kesehatan dan kekuatan rambut.
Namun, bagi yang ingin mempertahankan panjang rambut, potonglah hanya bagian ujung yang rusak saja. Teknik trimming setiap 6–8 minggu sangat dianjurkan oleh penata rambut profesional.
Selain itu, pencegahan juga sangat penting. Gunakan kondisioner secara rutin, minyak rambut alami seperti argan atau kelapa, serta kurangi penggunaan catokan dan hair dryer bersuhu tinggi.
Kebiasaan kecil seperti menyisir rambut dalam keadaan basah dengan sisir bergigi lebar dan melindungi rambut dari paparan matahari juga dapat membantu mengurangi risiko rambut bercabang. Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan yang lebih sehat, masalah rambut bercabang dapat diminimalkan sehingga rambut tetap kuat, berkilau, dan terawat.