Jangan Konsumsi Susu Basi, Ini Dampaknya Pada Kesehatan

RRI.CO.ID, Entikong – Mengonsumsi susu basi bukan perkara sepele. Susu yang sudah rusak dapat menjadi media tumbuh bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Tingkat keparahan dampaknya bergantung pada jumlah susu yang diminum serta kondisi daya tahan tubuh masing-masing orang.

Gangguan pencernaan menjadi gejala paling umum setelah mengonsumsi susu basi. Keluhan biasanya muncul dalam beberapa jam, menyerupai keracunan makanan ringan. Gejalanya antara lain mual dan muntah sebagai reaksi tubuh membuang zat berbahaya, diare yang disertai kram perut, serta perut kembung akibat gas dari aktivitas bakteri.

Dalam kondisi tertentu, keracunan makanan bisa berlangsung lebih serius. Jika bakteri atau racun yang masuk cukup banyak, penderita dapat mengalami demam dan menggigil sebagai tanda infeksi, sakit kepala parah, hingga dehidrasi berat akibat muntah dan diare yang berkepanjangan. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih karena dapat memperburuk kesehatan secara cepat.

Risiko yang lebih besar mengintai kelompok rentan, seperti bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah. Pada kelompok ini, susu basi berpotensi menyebabkan infeksi serius, bahkan dalam kasus langka dapat memicu sepsis atau meningitis, terutama jika berkaitan dengan bakteri tertentu pada susu formula yang sudah rusak.

Jika terlanjur meneguk susu basi dalam jumlah sangat sedikit, biasanya hanya menimbulkan rasa tidak enak di mulut tanpa gejala serius. Namun, bila muncul keluhan, langkah awal yang bisa dilakukan adalah memperbanyak minum air putih atau larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Disarankan tidak langsung mengonsumsi obat antidiare agar tubuh dapat membuang bakteri secara alami, kecuali atas anjuran dokter. Mengistirahatkan pencernaan dengan makanan ringan seperti bubur, roti tawar, atau pisang juga dapat membantu pemulihan.

Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya, seperti demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, muntah terus-menerus hingga sulit minum, terdapat darah pada tinja, atau gejala tidak membaik dalam waktu 24 jam. Kewaspadaan dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi akibat konsumsi susu basi.


Rekomendasi Berita