77 Siswa Terbaik Indonesia Raih Medali Emas ICAS 2025

RRI.CO.ID, Jakarta - Siswa-siswi terbaik Indonesia mulai jenjang SD hingga SMA mencetak prestasi membanggakan di ajang asesmen internasional. Sebanyak 77 medali emas berhasil diraih pada perhelatan

International Competitions and Assessments for Schools (ICAS) Competition 2025.

Pencapaian ini diraih pada ICAS 2025 Medal Presentation Ceremony (MPC) yang digelar UniSadhuGuna Testing Center (UTC) - bagian dari USG Education, di Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026. CEO USG Education, Adhirama G Tusin mengatakan, ICAS bukan sekadar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.

"Melalui ICAS, kami ingin mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi pada pemetaan potensi dan penguatan kompetensi siswa. Keberhasilan sejumlah siswa meraih lebih dari satu medali menjadi bukti bahwa melalui pendekatan tepat, siswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional," kata Adhirama.

Manager UTC Deddy Mulyadi menjelaskan, sebagai satu-satunya perwakilan resmi ICAS Competition di Indonesia, UTC memastikan ICAS berlangsung sesuai standar internasional. Yakni, mulai dari pendampingan registrasi sekolah, asesmen, hingga pemanfaatan laporan diagnostik yang membantu sekolah memperkuat kualitas pembelajaran berbasis data dan kompetensi.

"Untuk tahun ini ada peningkatan capaian medali emas, terutama pada bidang Mathematics dan Science. Ini menunjukkan kian kuatnya kemampuan

Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta," ujar Deddy.

Ke depan, pihaknya ingin ICAS terus jadi ruang latihan penalaran, pemecahan masalah, serta berpikir logis, kritis, dan kreatif.

Director of Admissions, Recruitment & Marketing USG Education, Niluh Komang Aimee Tirta Widiani Sukesna, menekankan hasil ICAS 2025 adalah bukti nyata siswa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

"Kami juga berharap melalui ICAS, sekolah dan siswa dapat mengenali kekuatan serta area pengembangan pada setiap bidang studi. Hal Ini dapat menjadi dasar dalam menyusun metode pembelajaran ke depan yang lebih relevan, personal, dan selaras dengan standar internasional, sehingga siswa dapat terus bertumbuh dan berkembang," ucap Aimee.

ICAS adalah tes pengukuran kemampuan dasar berbasis HOTS untuk siswa kelas 3 SD hingga 3 SMA dengan elemen kompetisi level internasional. Bidang yang diukur meliputi,

English, Mathematics, Science, Digital Technologies, Spelling Bee, dan Writing.

Secara global, ICAS adalah salah satu kompetisi akademik internasional prestisius dan jadi rujukan

benchmarking sekolah unggulan. Sejak 1981, ICAS diikuti lebih dari 10 juta siswa dari 16.000 sekolah di 41 negara. Pada 2025, tercatat 126 sekolah dari jenjang SD hingga SMA di berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dengan total 12.030 siswa.

Aufan Ahmad Mumtaza (SMA Al Irsyad Satya Islamic School), salah satu peraih dua medali emas pelajaran Matematika dan Sains pada ICAS 2025, menuturkan, kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik. Namun, juga memotivasi siswa berpikir kritis dan berkembang.

"Saya harap ICAS terus menghadirkan tantangan baru dan kesempatan bagi lebih banyak siswa berprestasi di tingkat internasional," kata dia.

Sementara, Keira Waluyo Lin dari Bina Bangsa School yang memperoleh medali emas ICAS pertama bidang English, menilai ICAS sangat berarti bagi dirinya yang ingin melanjutkan studi ke Australia karena memperkuat profil akademik.

Sementara itu, Koordinator ICAS dari Binus School Bekasi, Sherry Astari, yang meraih Best High-Achieving School in Outstanding Participation tahun ini, menilai ICAS bermanfaat bagi siswa dan sekolah melalui pemetaan capaian akademik dan juga pengakuan bertaraf internasional.

"Sekolah juga terus mendukung melalui latihan rutin dan pendampingan akademik," ucap Sherry.

Menurut rencana, ICAS kembali akan digelar pada 3 Agustus-25 September 2026. Para siswa yang ingin mengikuti kompetisi bisa mendaftar melalui sekolah mereka, dan bagi sekolah yang ingin bergabung pertama kalinya, UTC siap mendampingi proses registrasi dan persiapan ICAS.

Rekomendasi Berita