ELT Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Pahami Fungsi Utamanya
- by Fathiyah Nur Zalfa
- Editor Allan
- 19 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026. Penemuan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian operasi pencarian pascakecelakaan pesawat tersebut.
ELT sendiri merupakan perangkat keselamatan yang wajib terpasang di setiap pesawat. Alat ini berfungsi memancarkan sinyal darurat khusus yang dapat dideteksi oleh satelit maupun tim SAR saat terjadi kecelakaan penerbangan.
Beberapa jenis ELT juga dapat diaktifkan secara manual oleh awak pesawat. Fitur ini digunakan dalam kondisi darurat tertentu sebelum dilakukannya proses evakuasi.
Sinyal darurat ELT dipancarkan melalui frekuensi internasional 406 MHz. Sinyal tersebut terhubung langsung dengan sistem satelit COSPAS-SARSAT.
Baca Juga:
Kronologi Tim SAR Gabungan Temukan ELT Pesawat ATR 42-500
Melansir dari COSPAS-SARSAT, sinyal ELT membantu menentukan lokasi kecelakaan secara cepat. Informasi tersebut akan diteruskan ke otoritas SAR setempat.
Selain sinyal utama, ELT juga memancarkan frekuensi 121,5 MHz. Frekuensi ini membantu dan memungkinkan tim SAR untuk melakukan pelacakan jarak dekat.
Menurut Federal Aviation Administration (FAA), fungsi ELT sangat penting apabila kecelakaan penerbangan terjadi di medan sulit. Perangkat ini mempermudah pencarian di pegunungan atau hutan lebat
Penting diketahui, ELT memiliki fungsi berbeda dengan black box pesawat. Black box merekam data penerbangan, sedangkan ELT fokus pada pencarian lokasi.
Keduanya memang memiliki kesamaan warna, yaitu oranye terang (international orange). Warna oranye digunakan agar mudah ditemukan dalam medan sulit, namun dalam fungsi keduanya sangat berbeda.
Dalam proses investigasi, ELT biasanya diamankan lebih awal oleh tim SAR. Perangkat tersebut kemudian diserahkan kepada otoritas berwenang.
Data dari ELT tidak dapat digunakan untuk analisis kecelakaan teknis. Fungsinya murni hanya untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.