Sudin KPKP Jakpus Targetkan Vaksinasi 6000 HPR

RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat menargetkan vaksinasi terhadap 6.000 Hewan Penular Rabies (HPR) sepanjang tahun 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian vaksinasi pada tahun sebelumnya.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Sudin KPKP Jakarta Pusat, Syafri Edwar, mengatakan peningkatan target dilakukan seiring tingginya kebutuhan pencegahan rabies. “Tahun ini target dari Sudin KPKP Jakarta Pusat akan memvaksin 6.000 hewan HPR,” ujarnya pada Selasa 20 Januari 2026.

Edwar menyebut, jenis hewan yang menjadi sasaran vaksinasi meliputi kucing, anjing, kera, dan musang. Seluruh hewan tersebut dinilai berpotensi menularkan rabies apabila tidak mendapatkan vaksin secara rutin.

Akan tetapi, pelaksanaan vaksinasi masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu pemilik hewan untuk datang ke lokasi vaksinasi.

“Saat ini kami melakukan vaksinasi di hari kerja, jadi terkadang pemilik hewan tidak bisa datang saat kegiatan,” ungkap Edwar. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mencapai target vaksinasi tahunan.

Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat, Siti Halimah, menyebut capaian vaksinasi sepanjang tahun 2025 cukup tinggi. Total sebanyak 5.924 ekor hewan penular rabies telah divaksin pada periode Januari hingga Desember 2025.

“Ribuan ekor hewan yang divaksin meliputi 4.914 kucing, 959 anjing, 27 musang, dan 24 kera,” kata Siti Halimah. Vaksinasi tersebut dilakukan secara gratis bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, layanan vaksinasi rabies digelar di delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilakukan secara berkala oleh tim Sudin KPKP.

“Alhamdulillah, kesadaran warga Jakarta Pusat semakin tinggi sehingga antusias membawa hewan peliharaan saat kami menggelar vaksinasi,” ujarnya. Partisipasi warga dinilai membantu kelancaran program.

Siti Halimah menegaskan, vaksinasi rabies penting untuk mempertahankan status Jakarta sebagai wilayah bebas rabies. Upaya ini juga mendukung Jakarta menuju kota global yang sehat dan aman bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita