Waspada Bahaya Penyakit Kulit yang Mengintai Pasca Banjir
- by Setyo Agung Laksono
- Editor Erik Hamzah
- 19 Jan 2026
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Curah hujan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia kini bukan hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan pemukiman, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Gelombang air banjir kerap membawa kontaminan yang meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit kulit karena paparan air kotor yang terkontaminasi bakteri, jamur, maupun zat kimia.
Dikutip dari The Lancet Planetary Health Senin, 19 Januari 2026, penyakit kulit yang sering terjadi pasca banjir meliputi dermatitis kontak akibat iritasi zat kimia dalam air banjir, infeksi bakteri atau jamur, serta kurap pada sela-sela kulit. Kontaminasi air dengan limbah rumah tangga, kotoran, hingga bahan kimia berbahaya membuat kulit menjadi cepat iritasi dan terinfeksi jika tidak segera dibersihkan.
"Selain dermatitis, infeksi bakteri seperti selulitis dan infeksi jamur seperti kurap sering ditemukan pada masyarakat yang terkena air banjir dalam waktu lama. Kondisi lingkungan yang lembap dan kurang higienis pascabanjir mempercepat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit kulit," tulis dalam laporan The Lancet Planetary Health.
Untuk mencegah penyakit pascabanjir, dikutip dari laman kemkes.go.id Senin, 19 Januari 2026, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghimbau masyarakat mencuci tangan dan kaki yang terkena genangan banjir menggunakan sabun dan air bersih secara rutin. Langkah sederhana ini membantu membunuh kuman penyebab gatal dan infeksi kulit yang menempel setelah kontak dengan air banjir.
"Usahakan agar kulit tidak terlalu lama bersentuhan dengan air banjir, terutama jika terdapat luka terbuka di tubuh. Membiarkan luka terkena air kotor dalam waktu lama bisa menyebabkan infeksi yang lebih serius dan memerlukan perawatan medis," tulis dalam laman kemkes.go.id.
Penerapan perlindungan diri seperti penggunaan sepatu dengan sol keras dan sarung tangan selama membersihkan area yang tergenang banjir sangat dianjurkan. Perlengkapan ini membantu menghindari kontak langsung dengan air banjir dan benda tajam yang bisa melukai kulit.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di genangan air banjir karena air tersebut sangat kotor dan tidak baik untuk kesehatan kulit maupun tubuh anak. Risiko terkena penyakit kulit maupun gangguan kesehatan lainnya menjadi lebih tinggi bila anak-anak sering berada di lingkungan banjir.
Apabila mengalami rasa gatal yang tidak kunjung hilang pascabanjir, segera gunakan obat antiseptik dan periksa ke fasilitas kesehatan terdekat bila gejala makin parah. Penanganan dini oleh tenaga kesehatan akan membantu mencegah komplikasi infeksi kulit yang lebih serius.
Pencegahan penyakit pasca banjir tidak hanya penting bagi diri sendiri, tetapi juga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar. Masyarakat diharapkan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta waspada terhadap gejala penyakit pascabanjir agar aktivitas harian tetap berjalan normal.
(Naszwa Annida Rizky - Politeknik Negeri Jakarta)