Menelusuri Jejak Sejarah Keroncong dalam Perjalanan Musik Indonesia
- by Raras Pramesthi Kusumaningrum
- Editor Gafar
- 19 Jan 2026
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Musik keroncong merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tumbuh dari proses perjumpaan panjang antarbangsa. Kehadirannya tidak terlepas dari sejarah kolonial dan dinamika sosial masyarakat Nusantara sejak abad ke-16.
Sejarah mencatat, keroncong berakar dari musik Portugis yang dibawa oleh pelaut dan pedagang ke wilayah pesisir Nusantara. Harmunah dalam buku
Musik Keroncong: Sejarah, Gaya, dan Perkembangannya menjelaskan bahwa pengaruh tersebut kemudian berbaur dengan unsur lokal, membentuk karakter musik yang berbeda dari asalnya.Pada masa awal, keroncong berkembang di lingkungan masyarakat pesisir dan komunitas Indo-Portugis. Instrumen seperti
cavaquinho yang kemudian dikenal sebagai ukulele menjadi ciri utama dalam pembentukan warna bunyi keroncong.Memasuki awal abad ke-20, keroncong mulai dikenal luas oleh masyarakat perkotaan. Menurut Harmunah, perkembangan media rekaman dan radio turut mendorong keroncong menjadi musik populer di berbagai daerah di Indonesia.
Keroncong juga mengalami transformasi fungsi sosial, dari hiburan komunitas menjadi sarana ekspresi budaya nasional. Lagu-lagu keroncong pada masa pergerakan nasional kerap memuat pesan kebangsaan dan identitas Indonesia.
Dalam perjalanannya, keroncong melahirkan berbagai gaya seperti keroncong asli, langgam Jawa, hingga keroncong modern. Perkembangan ini menunjukkan kemampuan keroncong beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan ciri dasarnya.
Sejarah keroncong di Indonesia juga tidak terlepas dari peran para maestro yang menjaga dan mengembangkan musik ini. Nama-nama seperti Gesang Martohartono, yang dikenal melalui lagu
Bengawan Solo, serta Waldjinah dan Mus Mulyadi menjadi tokoh penting dalam perjalanan keroncong nasional.Para maestro tersebut berperan memperluas jangkauan keroncong melalui rekaman, pertunjukan, dan siaran radio. Upaya ini menjadikan keroncong tidak hanya bertahan, tetapi juga dikenal lintas generasi dan wilayah.
Hingga kini, keroncong tetap menjadi bagian penting dari sejarah musik Indonesia. Keberadaannya tidak hanya merekam perjalanan musikal, tetapi juga merefleksikan proses panjang pembentukan budaya bangsa.