Kenali Tanda-Tanda Putus Asa dan Cara Mengatasinya
- by Yuliana linda
- Editor Gafar
- 19 Jan 2026
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Putus asa seharusnya hanya menjadi fase dan tidak bertahan terlalu lama. Pasalnya, putus asa yang berlarut-larut justru bisa meningkatkan berbagai risiko
gangguan mental. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?Putus asa adalah emosi atau perasaan yang ditandai dengan kurangnya atau hilangnya Sumber ii dikutip dari Hellosehat, sarapan, optimisme, dan gairah.
Stres, cemas, atau kelelahan? Terima tips praktis untuk mengelola stres setiap hari
Emosi ini dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri, orang lain, dan bahkan dunia secara keseluruhan.
Alhasil, seseorang yang putus asa sering kali kehilangan harapan hidup atau sudah menyerah dengan keyakinannya untuk berubah menjadi lebih baik.
Sebagai contoh, ketika seseorang merasa putus asa dan berpikir tidak punya masa depan, ia cenderung enggan melakukan usaha supaya bisa keluar dari kondisinya.
Mereka biasanya juga tidak percaya bahwa ada orang lain yang bisa membantunya. Jika terus berlarut, ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan kehidupan Anda secara keseluruhan.
Apa ciri-ciri orang putus asa?
Beberapa orang yang merasa putus asa sering kali tidak menyadari kondisinya sampai mereka betul-betul mengalami gejala psikologis atau fisik sebagai berikut.
· Merasa tidak berharga.
· Kehilangan minat terhadap sesuatu yang disukai.
· Mudah lelah.
· Penurunan motivasi.
· Kepercayaan diri yang rendah.
· Penurunan kekebalan tubuh.
· Penurunan nafsu makan.
· Kerap mengabaikan kebersihan dan penampilan.
· Tidak mampu memenuhi tanggung jawab sehari-hari.
· Gangguan tidur.
· Mulai menarik diri dari aktivitas sosial.
· Penyalahgunaan zat atau obat-obatan.
·
Melukai diri sendiri.· Dalam kondisi yang lebih parah, timbulnya
keinginan bunuh diri.Jika Anda mengalami kondisi di atas, terutama selama beberapa bulan berturut-turut, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.