Piastri Frustrasi Usai Penalti di GP Sao Paulo

KBRN, Kendari: Pembalap McLaren, Oscar Piastri, menutup akhir pekan yang sulit di Grand Prix Sao Paulo dengan finish di posisi kelima (P5). Hasil tersebut dipengaruhi penalti waktu 10 detik yang ia terima setelah insiden dengan Kimi Antonelli dan Charles Leclerc di awal balapan

Start dari posisi keempat (P4), Oscar Piastri sebenarnya tampil cukup agresif setelah restart Safety Car. Ia mencoba merebut posisi kedua (P2) dari Kimi Antonelli di tikungan pertama, namun mobilnya kehilangan cengkeraman ban depan dan menyenggol Mercedes milik pembalap muda asal Italia itu. Benturan tersebut menyebabkan Kimi Antonelli menabrak Ferrari milik Charles Leclerc, yang akhirnya harus keluar dari balapan lebih awal.Meski masih bisa melanjutkan balapan, Oscar Piastri harus menerima penalti 10 detik dari FIA Steward yang dijalankannya di pit stop lap ke-39. “Saya sudah cukup dekat di sisi dalam, tapi ketika ban depan mengunci, tidak banyak yang bisa saya lakukan. Saya tak bisa menghindar, dan setelah itu saya rasa strategi kami pun tidak berjalan ideal. Hari yang berat,” ujar Piastri usai balapan.Sementara itu, rekan setimnya Lando Norris tampil luar biasa dengan memenangi lomba dan memperlebar keunggulan klasemen menjadi 24 poin dari Oscar Piastri.Berbicara soal peluang gelar dunia menjelang tiga seri terakhir musim ini, Oscar Piastri memilih untuk realistis. “Saya tidak terlalu memikirkan perebutan gelar. Masih banyak hal yang harus kami benahi sebagai tim. Ini akhir pekan yang berat di banyak sisi, jadi fokus saya sekarang adalah memperbaiki performa di balapan berikutnya,” ungkapnya.Setelah sempat kehilangan banyak posisi, Oscar Piastri berupaya menebus kesalahannya di paruh akhir lomba. Ia sempat mendekati George Russell untuk memperebutkan posisi keempat (P4), namun upayanya belum membuahkan hasil dan ia akhirnya harus puas finish di urutan kelima (P5).“Restart Safety Car saya sebenarnya cukup bagus, saya mencoba menyerang dari sisi dalam,” tambah Piastri sambil menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi pelajaran penting untuk balapan berikutnya.

Rekomendasi Berita