F1 GP Las Vegas: Verstappen Juara, WDC Memanas
- by Kasembadan Putro Yuda Sihwidianto
- Editor Gafar
- 25 Nov 2025
- Kendari
KBRN, Kendari : Formula 1 Las Vegas Grand Prix 2025 pada Minggu (23/11/2025) waktu setempat telah menjadi panggung drama, kecepatan, dan penentuan mentalitas juara. Di bawah gemerlap lampu neon Las Vegas Strip Circuit, seri balap jet darat paling bergengsi ini menyajikan tontonan yang penuh kejutan sejak detik pertama.
Sang juara dunia bertahan, Max Verstappen (Red Bull Racing), sekali lagi membuktikan kelasnya dengan meraih kemenangan dominan di posisi pertama (P1). Kemenangan ini sangat krusial dalam pertarungan sengit memperebutkan gelar juara dunia melawan rival utama dari McLaren. Sementara itu, Lando Norris (McLaren) yang mengalami start yang sulit, berhasil meminimalisir kerusakan dengan finish di posisi kedua (P2) namun karena di diskualifikasi, George Russell (Mercedes) lah yang naik di posisi kedua (P2), dan diikuti dengan rekan setimnya yaitu Kimi Antonelli yang naik posisi menjadi posisi ketiga (P3).DRAMA START DAN TIKUNGAN PERTAMA : BLUNDER NORRIS DAN DUET SENGIT P1-P3
Momen paling menentukan dalam balapan sepanjang 50 lap ini terjadi hanya beberapa detik setelah lampu start padam, melibatkan tiga pembalap teratas di barisan depan.
Pada saat start Lando Norris melakukan kesalahan yaitu dia melakukan pertahanan posisi dari Max Verstappen. Dimana Lando Norris, yang memulai balapan dari Pole Position (P1), berupaya keras untuk mempertahankan posisinya dari Max Verstappen (P2) di sisi luar disaat lintasan lurus. Lando Norris mencoba melakukan manuver defensif agresif dengan memotong ke arah dalam sirkuit lurus utama. Namun, Lando Norris melakukan pengereman terlalu lambat dan kehilangan racing line ideal. Mobil McLaren MCL39 miliknya melebar (wide) secara signifikan di pintu masuk Tikungan 1 yang tajam, dan membuatnya sedikit keluar dari lintasan (track limits).
Melihat celah yang sangat terbuka tersebut, Max Verstappen mengambil peluang emas. Dengan tenang dan presisi, ia melakukan manuver cutback, menyalip Lando Norris dari sisi dalam tikungan yang kosong. Posisi pimpinan lomba pun berpindah tangan ke Max Verstappen dalam sekejap mata.
Kemudian, masih dengan lap yang sama, Lando Norris kembali lagi melakukan kesalahan, dimana kesalahannya dimanfaatkan oleh pembalap lain. Tepat di belakang duel Max Verstappen dan Lando Norris, George Russell (Mercedes) yang memulai dari baris kedua, menunjukkan start yang luar biasa agresif. Saat Lando Norris melebar di Tikungan 1, George Russell berhasil menempel ketat di belakangnya. Di sepanjang lintasan lurus pertama pasca-Tikungan 1, George Russell memanfaatkan momentum dan slipstream untuk menantang Lando Norris.
Dalam duel sengit yang terjadi, George Russell berhasil melakukan overtake yang bersih terhadap Lando Norris di pertengahan lintasan lurus. Manuver cerdas ini membuat George Russell langsung menempati posisi kedua (P2), sedangkan Lando Norris terpaksa turun dua peringkat, dari Pole Position ke posisi ketiga (P3), sebelum balapan memasuki Tikungan 2. Ini adalah pukulan ganda bagi McLaren di awal lomba yang harus mereka bayar mahal.KEKACAUAN BARISAN TENGAH : ROOKIE GABRIEL BORTOLETO PICU TABRAKAN BERUNTUNT
Sementara tiga pembalap terdepan memimpin, kekacauan terjadi di barisan tengah yang berubah menjadi malapetaka di Tikungan 1. Insiden bermula dari pembalap rookie Kick Sauber, Gabriel Bortoleto.
Gabriel Bortoleto melakukan pengereman yang terlalu agresif di tengah kerumunan mobil yang padat. Ia kehilangan titik pengereman ideal, menyebabkan ban depannya terkunci (lock-up). Mobilnya meluncur tak terkendali dan menghantam keras sisi samping mobil Aston Martin milik Lance Stroll. Benturan tersebut begitu fatal hingga menyebabkan suspensi mobil Lance Stroll hancur seketika. Lance Stroll terpaksa DNF (Did Not Finish) di tempat kejadian, menjadi pembalap pertama yang gugur di Las Vegas.
Efek domino dari insiden ini menyeret pembalap lain. Pierre Gasly (Alpine) harus melakukan manuver refleks, membanting setir hingga melintir (spin) ke area run-off demi menghindari tabrakan fatal dengan bangkai mobil Stroll.
Di sisi lain, Liam Lawson dan Oscar Piastri juga sempat bersenggongan dalam kekacauan tersebut, mengakibatkan kerusakan minor pada sayap depan yang memaksa mereka berjuang dari posisi belakang.Lap-Lap Awal: Leclerc Menggila dengan Manuver "Divebomb"
Jika ada pembalap yang tampil paling menghibur di paruh awal balapan, itu adalah Charles Leclerc (Scuderia Ferrari). Seolah ingin menebus kekecewaan akibat hasil buruk di seri Brazil pekan lalu, pembalap Ferrari ini tampil "kesetanan" dengan serangkaian manuver berisiko tinggi namun presisi.
Aksi terbaik Charles Leclerc dimulai ketika ia bertekad naik dari barisan tengah. Di lap-lap awal, ia berhasil melakukan overtake yang mulus terhadap rookie Haas, Oliver Bearman, yang saat itu berada di posisi kedelapan (P8), sehingga Leclerc menempati posisi P8 dan Bearman turun ke P9.
Setelah berhasil mengatasi Oliver Bearman, Charles Leclerc segera membidik Oscar Piastri untuk memperebutkan posisi keenam (P6). Memanfaatkan straight-line speed Ferrari SF-25 dan momentum yang didapat, Charles Leclerc melakukan push habis-habisan di lintasan lurus panjang The Strip. Dengan bantuan DRS terbuka, Charles Leclerc berhasil mengejar Oscar Piastri. Tepat sebelum zona pengereman keras, Charles Leclerc melakukan overtake yang bersih terhadap Oscar Piastri, merebut posisi 6 (P6) dan membuat Oscar Piastri turun ke posisi 7 (P7).
Tak berhenti di situ, Charles Leclerc terus memburu lawan di depannya. Kemudian, aksi terbaik Charles Leclerc terjadi saat ia berhadapan dengan Isack Hadjar (Racing Bull) untuk perebutan posisi 5 (P5). Tanpa bantuan Drag Reduction System (DRS), Charles Leclerc melakukan manuver divebomb yang mengejutkan di Tikungan 14. Ia mengerem jauh lebih lambat dari Isack Hadjar dan berhasil mencuri posisi, sebuah aksi yang membuktikan bahwa Scuderia Ferrari SF-25 masih memiliki taring di lintasan lurus panjang Las Vegas.INSIDEN HAMILTON DENGAN ALEX ALBON
Memasuki pertengahan lomba, nasib sial kembali menghampiri juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton (Scuderia Ferrari). Saat sedang berupaya memperbaiki posisi di sektor kedua, Lewis Hamilton terlibat perebutan jalur yang sengit dengan Alex Albon (Williams Racing).
Terjadi miskomunikasi ruang balap. Bagian depan mobil Alex Albon menyenggol bagian belakang kanan mobil Lewis Hamilton saat keduanya berebut apex. Kontak fisik ini menyebabkan serpihan serat karbon (debris) mobil berserakan di tengah lintasan yang berbahaya.
Demi alasan keselamatan, FIA memutuskan mengaktifkan Virtual Safety Car (VSC). Periode VSC ini dimanfaatkan oleh beberapa tim papan tengah untuk melakukan penyesuaian strategi ban. Namun, bagi Lewis Hamilton, insiden ini semakin memperburuk balapannya. Kerusakan aerodinamika pada lantai mobilnya membuatnya kesulitan menjaga kecepatan kompetitif hingga akhir lomba, memaksanya finish di luar zona poin.PENGEJARAN LANDO NORRIS : MEREBUT KEMBALI P2 DARI GEORGE RUSSELL
Di lap ke-34 fokus balapan kemudian beralih ke pertarungan Lando Norris untuk merebut kembali posisi kedua. Setelah turun ke P3 di awal lomba, Lando Norris yang membawa misi wajib mempertahankan puncak klasemen, perlahan tapi pasti memangkas jarak dengan George Russell.
Keunggulan top speed McLaren MCL39 terlihat nyata di lintasan lurus Las Vegas yang panjangnya hampir 2 km. Memanfaatkan slipstream dan DRS yang terbuka lebar, Lando Norris akhirnya melancarkan serangan mematikan. Ia dengan mudah melewati George Russell sebelum titik pengereman Tikungan 14 untuk merebut kembali posisi kedua (P2).
Meskipun berhasil naik, jarak Lando Norris dengan Max Verstappen di depan sudah terlampau jauh—lebih dari 5 detik. Menyadari risiko ban yang semakin menipis dan ancaman dinding beton, Norris memilih bermain aman dan menjaga posisinya hingga bendera finis dikibarkan.PENALTI JUMP START KIMI ANTONELLI
Adapun, di penghujung balapan, FIA juga mengeluarkan keputusan penting terkait insiden di awal lomba. Pembalap rookie Mercedes, Kimi Antonelli, terbukti melakukan jump start (bergerak sedikit mendahului sinyal lampu start). Akibatnya, ia dikenakan penalti waktu 5 detik.
Penalti ini sangat menentukan posisinya di klasifikasi akhir. Meskipun Kimi Antonelli melintasi garis finish di posisi keempat (P4) secara on-track, penalti tersebut membuatnya turun satu posisi ke posisi 5 (P5) , menyerahkan posisi keempat (P4) kepada Oscar Piastri yang finish tepat di belakangnya.VERSTAPPEN TAK TERSENTUH, SINYAL BAHAYA BAGI DUO MCLAREN
Hingga lap terakhir, Max Verstappen melaju sendirian di depan tanpa ancaman berarti. Pengelolaan ban (tire management) yang sempurna dan strategi pit stop yang mulus dari kru Red Bull Racing membuatnya tak tersentuh.
Dengan konsistensi lap demi lap yang fantastis dan RB21 yang sangat kompetitif di sirkuit jalan raya ini, Max Verstappen mampu mempertahankan momentum dan keunggulannya sejak lap 1 hingga lap 50 tanpa adanya celah, baik itu saat di lintasan maupun ketika masuk pit stop. Meskipun Lando Norris sempat merebut kembali posisi kedua (P2), Max Verstappen mampu mempertahankan jarak gap sekitar 5 detik dari Lando Norris hingga bendera finish dikibarkan.
Ia melintasi garis finish sebagai juara GP Las Vegas 2025 atau sebagai Podium 1 (P1) , sebuah kemenangan dominan yang mengingatkan kembali pada performa superiornya di awal musim. Kemenangan ini sekaligus menjadi "balas dendam" manis setelah kesulitan teknis yang ia alami di seri Brazil sebelumnya.KeEPUTUSAN KONTROVERSIAL : DISKUALIFIKASI DUO MCLAREN
Beberapa jam setelah balapan berakhir, drama di Las Vegas belum usai. Inspeksi teknis rutin yang dilakukan oleh FIA menemukan adanya pelanggaran regulasi pada dua mobil McLaren. Kedua mobil MCL39, yang dikemudikan oleh Lando Norris (finish P2) dan Oscar Piastri (finish P4), terbukti melanggar Pasal 3.8.1.b Peraturan Teknis F1, mengenai keausan berlebihan pada plank wear (lapisan papan di bagian bawah mobil).
Sebagai konsekuensi dari pelanggaran teknis yang serius, Lando Norris dan Oscar Piastri secara resmi didiskualifikasi dari hasil Grand Prix Las Vegas 2025. Diskualifikasi ini tidak hanya menghapus seluruh poin yang mereka peroleh dari balapan tersebut, tetapi juga secara signifikan mengubah klasifikasi akhir untuk seluruh pembalap di belakang mereka.KLASIFIKASI AKHIR YANG DIREVISI DAN DAMPAK KEJUARAAN

Hasil akhir balapan, sebelum
Duo McLaren di diskualifikasi, sempat berada di posisi 2 (P2) untuk Lando Norris yang sudah memperoleh 18 poin, dan di posisi 4 (P4) untuk Oscar Piastri yang juga sudah memperoleh 12 poin.
Namun setelah
Duo McLaren di diskualifikasi oleh FIA karena melanggar Teknis F1, hasil GP Las Vegas 2025 direvisi sehingga membuat persaingan papan atas klasemen semakin memanas dan ketat. Diskualifikasi Duo McLaren membuat Duo Mercedes naik posisi. Max Verstappen tetap menjadi pemenang dan meraih 25 poin. George Russell secara otomatis naik ke posisi kedua (P2) dan mendapatkan 18 poin. Rookie Mercedes, Kimi Antonelli, yang sebelumnya finish kelima (P5) setelah penalti 5 detik dari insiden jump start, kini naik ke posisi ketiga (P3) dan meraih 15 poin—sebuah podium untuk kedua kalinya yang dramatis. Penghapusan poin dari Lando Norris dan Oscar Piastri memiliki dampak besar pada klasemen pembalap.
Lando Norris kehilangan 18 poin (poin yang ia raih untuk P2) dari balapan ini, membuat total poinnya turun menjadi 390 poin, namun ia masih memuncaki klasemen. Oscar Piastri kehilangan 12 poin (poin yang ia raih untuk P4), yang menyebabkan total poinnya turun menjadi 366 poin. Secara kebetulan, perolehan poin Oscar Piastri kini sama persis dengan rival terdekatnya, Max Verstappen, yang juga memiliki 366 poin dan berada di klasemen ketiga. Perbedaan tipis di antara ketiganya (Lando Norris 390, Oscar Piastri 366, Max Verstappen 366) menjanjikan akhir musim yang sangat intens, dengan Max Verstappen kini memiliki peluang lebih besar untuk mengejar selisih poin di dua seri terakhir.MENUJU QATAR : BABAK PENENTUAN BERIKUTNYA

Drama Formula 1 musim 2025 kini menyisakan dua seri pamungkas di Timur Tengah, yakni GP Qatar dan GP Abu Dhabi, yang akan menentukan siapa Juara Dunia Pembalap (WDC) tahun ini. Persaingan antara Duo McLaren (Lando Norris dan Oscar Piastri) dan Max Verstappen (Red Bull) kini makin memanas.
Dengan Lando Norris (390 poin) di puncak dengan 24 poin dari Oscar Piastri serta Max Verstappen sama-sama mengantongi 366 poin, tentunya setiap balapan akan menjadi pertarungan hidup mati. Max Verstappen, didorong oleh kemenangan dominan di Las Vegas dan performa RB21 yang mulai kompetitif di babak-babak akhir, makin menampakkan "kegarangannya". Sirkuit Internasional Losail di Qatar pekan depan akan menjadi ujian fisik terberat bagi para pembalap dengan karakter tikungan cepat (high-speed corners) dengan suhu yang ekstrem.
Mampukah Max Verstappen memberikan kejutan di akhir musim 2025, dengan mempertahankan gelar WDC-nya, dan menjadi Juara Dunia untuk kelima kalinya secara beruntun? Atau, akankah salah satu dari Duo McLaren berhasil mencetak sejarah sebagai juara dunia untuk pertama kalinya?
Jawabannya ada pada GP Qatar yang akan datang di minggu ini di Sirkuit Internasional Losail Doha, Qatar. Kata Kunci / Tags
F1
F1 2025
F1 Race
F1 Race 2025
F1 Las Vegas
F1 Las Vegas 2025
F1 GP Las Vegas
F1 GP Las Vegas 2025
F1 GP Las Vegas Race
F1 Circuit Las Vegas
F1 Circuit Las Vegas 2025
F1 Race Circuit Las Vegas
F1 Race Circuit Las Vegas 2025
Balapan F1
Balapan F1 2025
Balapan F1 Las Vegas
Balapan F1 Las Vegas 2025
Balapan F1 Sirkuit Las Vegas
Balapan F1 Sirkuit Las Vegas 2025
F1 Red Bull
F1 Red Bull Racing
F1 Red Bull Racing Team
F1 McLaren
F1 McLaren Racing
F1 McLaren Racing Team
F1 Mercedes
AMG Petronas F1
AMG Petronas F1 Team
Red Bull
Red Bull Racing
Red Bull Racing Team
McLaren
McLaren Racing
McLaren Racing Team
Mercedes
AMG Petronas Team
Max Verstappen
Max
Verstappen
Lando Norris
Lando
Norris
Oscar Piastri
oscar
Piastri
George Russell
Kimi Antonelli
Kimi
Antonelli
WDC
World Driver Championship
Juara
juara dunia
Juara Dunia F1
Las Vegas
Las Vegas 2025
amerika
Amerika 2025
Motosport
Otosport
olahraga
balapan
Olahraga Balapan
2025