Verstappen Dapat Motivasi Baru Lewat Kemenangan di Vegas

KBRN, Kendari : Max Verstappen mengaku mendapatkan kembali semangatnya setelah tampil kuat menjelang penutupan musim F1 2025. Kemenangan gemilangnya di Grand Prix Las Vegas bukan hanya memperpanjang momentum positif, tetapi juga membuat peluangnya mempertahankan gelar kembali terbuka.

Sepanjang paruh pertama musim, ambisi Max Verstappen untuk merebut gelar kelima berturut-turut terlihat menjauh. Red Bull kesulitan menemukan konsistensi, membuatnya terlempar dari persaingan gelar. Namun, kebangkitan besar di bagian akhir musim—ditandai dengan dominasinya di Las Vegas—mengubah segalanya. Di sirkuit jalan raya yang penuh sorotan itu, Max Verstappen tampil tak tersentuh dan memetik kemenangan penting.Saat balapan berakhir, selisih poinnya dari Lando Norris tercatat 42 poin. Tetapi drama terjadi setelah lomba usai: kedua pembalap McLaren didiskualifikasi karena keausan skid block yang tidak sesuai regulasi. Keputusan tersebut langsung memangkas ketertinggalan Max Verstappen menjadi hanya 24 poin, membuatnya kembali sangat dekat dengan puncak klasemen. Ia kini juga sejajar dengan Oscar Piastri—keduanya sama-sama mengumpulkan 366 poin.Sebelum diskualifikasi diumumkan, Max Verstappen sempat ditanya mengapa ia terlihat begitu ceria saat selebrasi. Ia menjelaskan bahwa setiap kemenangan sekarang terasa jauh lebih berharga. “Tahun 2023 lebih seperti rutinitas—menyelesaikan tugas satu per satu. Tahun ini sangat berbeda. Kami datang dari masa-masa sulit sejak tahun lalu, dan musim ini pun penuh frustrasi. Performa mobil tidak selalu seperti yang kami inginkan, tapi bisa menutup musim dengan tren positif seperti ini sangat luar biasa. Ini memberi dorongan besar bagi seluruh tim, termasuk saya.” Dengan enam kemenangan berbanding tujuh milik Oscar Piastri, Max Verstappen masih berada di posisi ketiga klasemen meski memiliki jumlah poin yang sama.Di Las Vegas, dominasi Max Verstappen terlihat sejak start. Ia langsung menyambar posisi terdepan ketika Lando Norris yang berada di pole position mengerem terlalu dalam dan keluar jalur pada tikungan pertama. Setelah itu, pembalap Belanda tersebut melaju tanpa tekanan dan menyentuh finish dengan keunggulan sekitar 20 detik.Max Verstappen menjelaskan bahwa keberhasilannya sebenarnya jauh dari kata mudah. Minimnya data dari sesi latihan membuat semua pembalap menebak-nebak perilaku ban saat lomba. Khususnya pada stint pertama, ia harus berhati-hati karena menggunakan ban yang lebih sensitif terhadap degradasi.Namun, Max Verstappen merasa semuanya berjalan mulus. Untuk sekali ini, Red Bull justru mampu menjaga performa ban lebih baik dari biasanya. Hal ini membuatnya bisa mendorong mobil lebih keras, memperpanjang stint, dan membagi balapan menjadi dua bagian besar yang menguntungkan strategi tim.Menurutnya, mobil juga terasa lebih menyatu dengan gaya membalapnya sepanjang lomba, sesuatu yang sempat hilang di beberapa seri sebelumnya. Ia menutup balapan dengan ritme stabil tanpa perlu memaksa ban secara berlebihan.

Rekomendasi Berita