Menkes Sebut Program CKG Jadi Program Prioritas Terluas

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyampaikan capaian besar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai program pemerintah terluas. Ia menegaskan hingga akhir 2025 program tersebut telah menjangkau puluhan juta masyarakat.

Menkes menjelaskan program CKG menargetkan cakupan nasional hingga 280 juta penduduk Indonesia. Pemerintah telah melakukan screening kesehatan terhadap 70 juta orang melalui fasilitas layanan kesehatan.

“Ini adalah program pemerintah yang target cakupannya paling luas, 280 juta. Dan kita berhasil melakukan screening ke 70 juta,” ujar Menkes dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menyebut capaian tersebut melampaui program kesehatan lain yang rata-rata menjangkau 40 hingga 50 juta orang. Menurutnya CKG menjadi program screening kesehatan terbesar pemerintah saat ini.

Menkes menjelaskan tujuan utama screening adalah mendeteksi penyakit sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Upaya tersebut dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan kualitas hidup.

“Screening ini memang mengetahui penyakit dini apa sehingga kita bisa obati lebih dini. Ini jauh lebih murah dan jauh lebih bagus kualitas hidupnya bagi masyarakat kita,” kata Menkes.

Ia mengungkap hasil screening menunjukkan pola masalah kesehatan berbeda pada setiap kelompok usia. Temuan tersebut meliputi penyakit jantung bawaan pada bayi hingga penyakit metabolik pada usia dewasa.

“Untuk dewasa itu obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah dan kolesterol tinggi. Itu yang paling banyak ditemukan,” ucap Menkes.

Namun Menkes menekankan tantangan terbesar saat ini terletak pada pengendalian penyakit setelah screening dilakukan. Ia menyoroti rendahnya angka hipertensi yang berhasil dikendalikan.

“Dari enam juta yang hipertensi, yang terkendali baru 191 ribu. Ini yang menjadi tantangan kami,” ujar Menkes.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat mengapresiasi capaian besar program CKG pemerintah. Ia menilai pendataan kesehatan nasional menjadi langkah penting dalam pelayanan publik.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas capaian hasil screening program CKG. Hal itu karena program ini telah melakukan screening terhadap 70 juta masyarakat,” ujar Achmad Ru’yat.

Meski demikian, Achmad Ru’yat menegaskan persoalan utama berada pada tindak lanjut hasil pemeriksaan. Ia menyebut pengendalian hipertensi masih sangat rendah.

“Untuk penanganan hipertensi saja baru bisa dikendalikan sekitar tiga persen. Ini tentu perlu perhatian serius,” katanya.

Ia juga menyoroti dominasi keluhan kesehatan gigi serta persoalan kesehatan mental pada anak. Menurutnya temuan tersebut harus direspons dengan kebijakan lanjutan.

“Dari hasil CKG juga yang dominan itu keluhan gigi, persoalan gigi dan juga banyak anak-anak yang sakit ada depresi dan kecemasan. Nah ini tindak lanjut atas hasil cek kesehatan gratis juga perlu dirumuskan,” kata Achmad Ru’yat.

Achmad Ru’yat menegaskan Komisi IX DPR RI mendukung keberlanjutan program CKG. Ia mendorong penguatan pengobatan dan pengendalian penyakit pasca-screening.

Rekomendasi Berita