Microsoft Lens Dihentikan, Pengguna Diminta Pindahkan Data

KBRN, Kupang: Microsoft secara bertahap menghentikan dukungan untuk aplikasi pemindai dokumen Microsoft Lens di platform iOS dan Android. Keputusan ini berpotensi menjadi masalah serius bagi pengguna yang masih mengandalkan Lens untuk pekerjaan administrasi cepat, seperti memindai kwitansi, formulir bertanda tangan, kartu garansi, dan dokumen penting lainnya.

Penghentian layanan ini ditandai oleh dua tanggal krusial. Pertama, pada 9 Februari 2026, Microsoft Lens akan dihapus sepenuhnya dari App Store dan Google Play Store, dan setelah tanggal tersebut, pengguna tidak lagi dapat mengunduh atau memasang ulang aplikasi, termasuk saat berganti ponsel atau melakukan reset perangkat.

Tanggal kedua adalah 9 Maret 2026, yang menjadi akhir fungsional Lens. Pada hari itu, Microsoft akan mematikan layanan cloud yang mendukung fitur pemindaian, sehingga aplikasi tidak lagi dapat digunakan untuk mengambil dokumen baru. Meski demikian, pengguna masih dapat membuka file lama yang tersimpan di perangkat, dengan catatan aplikasi masih terpasang dan pengguna masuk menggunakan akun terakhir yang digunakan di Lens, namun Microsoft mengingatkan bahwa akses ke file lama tidak sepenuhnya dijamin.

Menurut

digitaltrends, 9 Februari 2026 merupakan batas akhir untuk memastikan Microsoft Lens tetap terpasang di perangkat. Setelah itu, kendala kecil seperti instal ulang bisa membuat pengguna kehilangan akses permanen ke aplikasi.

Sementara itu, 9 Maret 2026 menjadi hari di mana Lens berhenti berfungsi sebagai alat pemindai. Aplikasi ini mungkin masih bisa digunakan untuk melihat arsip lama, tetapi tidak lagi mampu menangkap dokumen baru.

Microsoft menyarankan pengguna untuk tidak menunggu hingga tenggat waktu tiba, terutama bagi mereka yang menggunakan Lens secara rutin dalam aktivitas harian. Sebagai pengganti, Microsoft mengarahkan pengguna ke ekosistem OneDrive dan Microsoft 365 Copilot.

Fitur pemindaian dokumen kini tersedia melalui menu Pindai di aplikasi OneDrive pada perangkat seluler, serta terintegrasi di dalam aplikasi Copilot. Perubahan utama terletak pada sistem penyimpanan, berbeda dengan Lens yang memungkinkan penyimpanan lokal, OneDrive secara default menyimpan hasil pindai ke cloud.

Pengguna yang ingin menyimpan salinan di perangkat harus mengunduh file secara manual setelah proses pemindaian. Microsoft dan pengamat teknologi menyarankan beberapa langkah antisipasi.

Langkah pertama adalah pastikan Microsoft Lens masih terpasang di semua perangkat yang membutuhkannya sebelum awal Maret 2026, ini akan membantu menjaga kelancaran pekerjaan dalam jangka pendek. Kedua, pengguna disarankan mencoba OneDrive lebih awal untuk memahami alur kerja baru, termasuk cara menyimpan, berbagi, dan mengatur dokumen hasil pindai.

Untuk langkah terakhir, semua dokumen penting di Lens sebaiknya segera diekspor. Pastikan menggunakan akun yang benar dan memindahkan file ke penyimpanan yang sepenuhnya berada dalam kendali pengguna, agar tidak mengalami masalah akses setelah 9 Maret 2026, namun bagi pengguna yang tidak ingin beralih ke OneDrive, sejumlah aplikasi pemindai dokumen alternatif juga tersedia di pasar dan dapat menjadi pilihan sebelum Microsoft Lens resmi tinggal sejarah. (JR)


Rekomendasi Berita