YouTube Perkuat Pengawasan Orang Tua untuk Akun Anak
- by Jane Angriani Rohi
- Editor Christofel Adoe
- 16 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Keamanan online anak di bawah umur kembali menjadi perhatian serius di tingkat global. Menyikapi hal tersebut, YouTube mengumumkan penerapan kontrol orang tua tambahan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak dan remaja di platformnya, khususnya terkait penggunaan YouTube Shorts.
Platform milik Google ini menyampaikan pada Rabu, 14 Januari 2026, orang tua dapat mengatur batas waktu menonton Shorts pada akun anak yang terhubung. Fitur ini memungkinkan orang tua menentukan durasi harian menonton video pendek, serupa dengan TikTok atau Instagram Reels, guna mencegah kebiasaan menggulir konten tanpa batas.
Tak hanya itu, YouTube juga memberikan opsi bagi orang tua untuk memblokir akses ke Shorts sepenuhnya, baik secara permanen maupun sementara. Fitur ini dinilai bermanfaat dalam situasi tertentu, seperti ketika anak diharapkan menggunakan YouTube untuk keperluan belajar atau mengakses konten edukatif.
YouTube turut menghadirkan pengaturan Bedtime dan Take a Break, yakni pengingat khusus yang mendorong pengguna berhenti menonton video setelah waktu tertentu. Fitur ini sebelumnya tersedia bagi pengguna dewasa, dan kini dapat diatur secara khusus oleh orang tua untuk akun anak dan remaja.
Menurut techcrunch, untuk memudahkan pengawasan, YouTube juga akan memperbarui pengalaman pendaftaran dalam aplikasi. Dalam beberapa minggu ke depan, orang tua dan anak dapat beralih antar akun dengan lebih mudah hanya dalam beberapa ketukan, tanpa perlu keluar masuk aplikasi secara manual.
Langkah ini melengkapi kontrol orang tua YouTube yang sudah ada sebelumnya, termasuk kemampuan mengawasi aktivitas kanal remaja yang aktif membuat konten. Kebijakan serupa telah menjadi standar industri, seiring platform media sosial lain seperti TikTok, Snapchat, Instagram, dan Facebook yang juga menerapkan fitur pengawasan bagi akun anak dan remaja.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan pengguna muda, YouTube tahun lalu juga meluncurkan teknologi estimasi usia, yang bertujuan memprediksi apakah suatu akun dimiliki oleh remaja, sehingga sistem dapat secara otomatis menyajikan pengalaman dan konten yang lebih sesuai dengan usia pengguna. (JR)