Peran Terumbu Karang: Bentuk Ritme Harian Mikroba Laut

RRI.CO.ID, Kupang: Terumbu karang yang selama ini dikenal sebagai “kota bawah laut” dengan keanekaragaman hayati tinggi ternyata memiliki peran yang lebih kompleks dari sekadar habitat bagi ikan dan biota laut. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa terumbu karang berfungsi layaknya penunjuk waktu alami yang mengatur ritme kehidupan mikroba di perairan sekitarnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal

Science Advances menunjukkan bahwa komunitas mikroorganisme di sekitar terumbu karang mengalami perubahan jumlah dan komposisi secara teratur sepanjang hari. Temuan ini mengindikasikan bahwa terumbu karang tidak hanya berinteraksi secara pasif dengan lingkungannya, tetapi aktif memengaruhi dinamika ekosistem mikroskopis di atasnya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Herdís GR Steinsdóttir, peneliti pascadoktoral yang bekerja bersama Dr. Miguel J. Frada dari Universitas Ibrani Yerusalem dan Institut Antar Universitas untuk Ilmu Kelautan di Eilat, serta Dr. Derya Akkaynak dari Universitas Haifa, melakukan pengambilan sampel air setiap enam jam di terumbu karang Teluk Aqaba bagian utara, Laut Merah. Mereka menggunakan kombinasi uji genetik, metode ekologi, pencitraan canggih, dan analisis kimia untuk memetakan perubahan mikroba dari waktu ke waktu.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pola harian yang konsisten pada komunitas mikroba, baik pada musim dingin maupun musim panas. Salah satu temuan paling menonjol adalah lonjakan protista heterotrof, predator mikroskopis pemakan bakteri, yang meningkat hingga 80 persen pada malam hari.

Hal ini menunjukkan bahwa predasi memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi mikroba. Selain itu, tanda genetik dari Symbiodiniaceae, kelompok dinoflagellata yang bersimbiosis dengan karang, mencapai puncaknya sekitar tengah hari.

Menurut

techexplorist, pola ini mengindikasikan adanya siklus harian yang berkaitan dengan paparan sinar matahari dan aktivitas metabolisme karang. “Kami menemukan bahwa terumbu karang tidak hanya dikelilingi mikroba secara pasif. Mereka secara aktif mengatur kehidupan mikroba dari waktu ke waktu, menciptakan pola harian yang berulang dan memengaruhi aliran energi serta nutrisi dalam ekosistem,” ujar Dr. Frada.

Dr. Steinsdóttir menambahkan bahwa ritme harian mikroba ini bahkan terkadang lebih kuat dibandingkan perubahan musiman, menegaskan pentingnya faktor waktu dalam studi ekologi mikroba laut. Studi ini juga menemukan bahwa perairan di sekitar terumbu karang mengandung lebih sedikit bakteri dan mikroalga dibandingkan perairan terbuka di sekitarnya, yang mengindikasikan adanya proses “penghilangan aktif” oleh organisme terumbu karang.

Para peneliti menilai bahwa siklus mikroba harian ini berpotensi menjadi indikator sensitif untuk memantau kesehatan terumbu karang, terutama di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan aktivitas manusia. Dengan temuan ini, terumbu karang tidak lagi sekadar dipandang sebagai pusat keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai “jam hidup” yang mengatur denyut kehidupan mikroba di lautan, sebuah perspektif baru yang dapat membantu upaya konservasi ekosistem laut di masa depan. (JR)


Rekomendasi Berita