Studi Temukan Meningkatnya Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil
- by Jane Angriani Rohi
- Editor Alfred Sengge
- 18 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Kasus diabetes gestasional pada ibu hamil dilaporkan meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir. Sebuah studi terbaru yang menganalisis lebih dari 12 juta kelahiran menunjukkan bahwa angka kejadian diabetes gestasional naik hingga 36 persen dalam sembilan tahun terakhir dan terus menunjukkan tren peningkatan selama 15 tahun terakhir.
Diabetes gestasional merupakan kondisi ketika kadar gula darah ibu hamil meningkat akibat perubahan hormon yang menghambat kerja insulin. Meski sering dianggap sebagai kondisi yang “wajar” selama kehamilan, temuan terbaru menunjukkan bahwa kasus ini kini jauh lebih umum dibandingkan perkiraan sebelumnya. Saat ini, sekitar 9 persen kehamilan dipengaruhi oleh kondisi tersebut.
Penulis utama studi ini, Emily Lam dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, mengungkapkan bahwa lonjakan ini cukup mengejutkan. “Kami memang memperkirakan adanya peningkatan, mengingat tingginya angka obesitas yang merupakan faktor risiko utama. Namun, besarnya kenaikan ini di luar dugaan kami,” katanya.
Menurut
natgeo, meski diabetes gestasional umumnya berakhir setelah persalinan, dampaknya bisa berlangsung jangka panjang. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia, serta memperbesar kemungkinan ibu dan anak mengidap diabetes tipe 2 di kemudian hari.Para peneliti belum dapat memastikan satu penyebab utama peningkatan ini. Namun, mereka mencatat bahwa beberapa faktor risiko, seperti kurangnya aktivitas fisik dan terbatasnya akses terhadap makanan bergizi, juga meningkat dalam periode yang sama.
Kabar baiknya, risiko diabetes gestasional dapat ditekan melalui perubahan gaya hidup yang relatif sederhana. Para ahli menekankan pentingnya aktivitas fisik teratur, bahkan sejak sebelum kehamilan.
Menurut ahli fisiologi olahraga dari Universitas Western Australia, Kym Guelfi, olahraga ringan hingga sedang terbukti membantu menurunkan risiko serta menjaga kadar gula darah tetap stabil bagi mereka yang sudah terdiagnosis. “Tidak perlu latihan berat. Bahkan lima menit aktivitas yang meningkatkan detak jantung sudah bermanfaat,” ujar Amy Valent, spesialis kedokteran ibu dan janin dari Oregon Health and Science University.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik rekreasi di awal kehamilan dapat menurunkan risiko diabetes gestasional hingga hampir 50 persen. Selain olahraga, pola makan juga memegang peranan penting.
Konsumsi makanan ultra-olahan yang tinggi gula dan lemak jenuh dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko diabetes. Para ahli menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan utuh, kaya serat, serta mengurangi minuman manis.
Seiring meningkatnya kasus diabetes gestasional, para tenaga medis menilai penting bagi calon ibu untuk memahami faktor risiko dan mulai menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. “Kehamilan adalah semacam ‘uji stres’ bagi tubuh. Cara kita meresponsnya bisa menjadi petunjuk kesehatan kita di masa depan,” tutup Valent. (JR)