Jangan Asal Cuci Mobil, Begini Risiko yang Menunggu
- by Daten Radja Haba
- Editor Aloysius Tani
- 8 Des 2025
- Kupang
KBRN, Kupang: Mencuci mobil memang terlihat sebagai aktivitas sederhana, namun jika dilakukan tanpa teknik yang benar justru dapat menimbulkan masalah baru. Banyak orang fokus pada hasil yang terlihat bersih, tetapi sering kali tidak memperhatikan cara dan alat yang digunakan.
Akibatnya, mobil yang seharusnya terawat malah mengalami kerusakan pada bagian eksterior maupun interior. Dilansir dari laman doku.com, salah satu risiko terbesar adalah goresan halus pada permukaan cat.
Kesalahan seperti menggunakan spons kasar, kain kotor, atau mencuci mobil saat bodi masih panas dapat meninggalkan swirl mark yang lama-kelamaan membuat mobil tampak kusam. Selain itu, penggunaan sabun sembarangan yang tidak diformulasikan untuk otomotif dapat merusak lapisan pelindung cat.
Bagian kaca dan karet juga bisa terdampak jika pembersihan tidak tepat. Cairan kimia yang terlalu keras dapat membuat karet wiper mengeras serta meninggalkan noda permanen pada kaca.
Belum lagi potensi air yang masuk ke area sensitif, seperti ruang mesin atau sistem kelistrikan, yang bisa mengganggu fungsi komponen kendaraan. Interior pun tidak boleh diabaikan.
Menyemprotkan terlalu banyak air saat membersihkan kabin dapat memicu kelembapan berlebih yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap atau jamur. Selain itu, bahan pelapis seperti kulit atau fabric bisa cepat rusak jika menggunakan pembersih yang tidak sesuai.
Untuk menjaga mobil tetap dalam kondisi terbaik, pastikan mencuci dengan alat yang tepat, sabun khusus mobil, serta teknik yang benar. Pilih waktu yang ideal seperti pagi atau sore hari agar bodi tidak panas, dan bilas dari atas ke bawah untuk hasil lebih maksimal.
Merawat mobil dengan cara yang benar akan menjaga tampilan tetap kinclong dan memperpanjang usia cat serta komponen lainnya. (Daten)