Penyesalan Brahim Díaz Usai Gagal Penalti Final AFCON
- by
- Editor Alfred Sengge
- 20 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang-Brahim Díaz, salah satu pemain kunci Timnas Maroko sekaligus penggawa Real Madrid, menjadi sorotan dalam laga final Piala Afrika (AFCON) 2025 saat menghadapi Timnas Senegal. Sepanjang turnamen, Díaz tampil penting dan berkontribusi besar bagi perjalanan Maroko hingga partai puncak, termasuk sebagai salah satu pencetak gol terbanyak tim.
Di laga final yang berjalan penuh tensi, pelatih Maroko mempercayakan Brahim Díaz sebagai algojo penalti pada menit
90+24. Penalti tersebut menjadi peluang emas bagi Maroko untuk meraih gelar juara. Namun sayang, eksekusi penalti bergaya Panenka yang dilakukan Díaz berhasil dibaca dan diamankan oleh kiper Timnas Senegal.Kegagalan penalti itu menjadi titik balik pertandingan. Laga pun berlanjut ke babak tambahan waktu. Pada menit
94 babak ekstra time, Senegal berhasil mencetak gol semata wayang melalui Pape Gueye. Gol tersebut memastikan kemenangan Senegal atas Maroko sekaligus mengantarkan mereka menjadi Juara AFCON 2025.Usai kegagalan meraih gelar juara, Brahim Díaz menunjukkan rasa penyesalannya secara terbuka. Hal itu terlihat dari unggahan terbarunya di Instagram pada
20 Januari 2026, dengan caption berbahasa Spanyol dan Arab. Dalam unggahan tersebut, Díaz menyampaikan perasaan bersalah dan tanggung jawab penuh atas kegagalan penalti yang ia eksekusi. Berikut terjemahan caption tersebut ke dalam Bahasa Indonesia:Jiwaku sakit. Aku memimpikan gelar ini berkat semua cinta yang telah kau berikan padaku, setiap pesan, setiap tanda dukungan yang membuatku merasa tidak sendirian. Aku berjuang dengan semua yang kumiliki, dengan hati di atas segalanya.
Kemarin aku gagal dan aku bertanggung jawab penuh. Aku mohon maaf lahir dan batin.
Akan sulit untuk pulih, karena luka ini tidak mudah sembuh, tapi aku akan mencoba. Bukan untuk diriku sendiri, tetapi untuk semua orang yang percaya padaku dan yang menderita bersamaku.
Aku akan terus maju sampai suatu hari nanti aku bisa membalas semua cinta ini dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Maroko.
#DimaMaghrib 🇲🇦🦁
Unggahan tersebut menunjukkan sisi manusiawi seorang pemain besar—bahwa di balik sorotan dan tekanan pertandingan final, ada beban emosional yang tidak ringan. Semoga Brahim Díaz dapat segera bangkit, menemukan kembali kepercayaan dirinya, dan menunjukkan performa terbaik, baik bersama Timnas Maroko maupun di Liga Spanyol sebagai pemain Real Madrid. (TP)