Ikan Laut atau Air Tawar, Mana Lebih Sehat?

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani favorit masyarakat Indonesia, termasuk di Aceh. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, mana yang lebih sehat antara ikan laut dan ikan air tawar. Keduanya sama-sama mudah ditemukan dan sering hadir di meja makan, tetapi memiliki kandungan gizi yang sedikit berbeda.

Ikan laut seperti tuna, tongkol, salmon, dan sarden dikenal kaya akan asam lemak omega-3. Zat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol jahat, serta mendukung fungsi otak. Tak heran jika ikan laut sering direkomendasikan untuk mencegah penyakit kardiovaskular sejak dini.

Sementara itu, ikan air tawar seperti lele, nila, patin, dan gurami juga memiliki kandungan protein yang tinggi dan mudah dicerna tubuh. Ikan jenis ini umumnya memiliki kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan ikan laut, sehingga cocok dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjaga berat badan atau memiliki masalah kolesterol tertentu.

Dokter gizi Khairina Abbas menjelaskan, baik ikan laut maupun ikan air tawar sama-sama menyehatkan jika dikonsumsi secara seimbang. “Perbedaan utamanya terletak pada kandungan lemak sehat. Ikan laut unggul dari sisi omega-3, sedangkan ikan air tawar lebih ringan lemak dan tetap tinggi protein,” ujarnya saat diwawancarai RRI Lhokseumawe.

Menurut dr. Rina, faktor cara pengolahan juga sangat menentukan nilai kesehatan ikan. “Ikan yang digoreng berulang kali justru bisa mengurangi manfaat gizinya. Lebih baik diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis ringan,” katanya. Ia juga menyarankan untuk membatasi penggunaan minyak berlebih dan garam.

Dari sisi keamanan pangan, masyarakat juga diimbau untuk memilih ikan yang segar dan berasal dari sumber yang bersih. Ikan air tawar yang dibudidayakan dengan pakan dan lingkungan tidak sehat berisiko mengandung residu tertentu, sementara ikan laut yang tercemar dapat mengandung logam berat jika dikonsumsi berlebihan.

Kesimpulannya, tidak ada yang benar-benar lebih unggul secara mutlak antara ikan laut dan ikan air tawar. Keduanya memiliki manfaat masing-masing bagi tubuh. Dokter Khairina menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi ikan 2–3 kali seminggu dengan variasi jenis agar kebutuhan gizi terpenuhi secara optimal. Dengan pola makan seimbang, ikan dapat menjadi kunci hidup sehat jangka panjang.

Rekomendasi Berita