‘Tari Djadoel’ Angkat Aktivitas Pasar Jajal Wae Sumber Koso

RRI.CO.ID, Ngawi: Kegiatan Pasar Jajal Wae di obyek wisata Sumber Koso, Desa Wisata Girikerto, Kecamatan Sine, Ngawi, menginspirasi lahirnya Tari Djadoel yang sarat nilai kearifan lokal. Tarian ini menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat desa lewat pasar yang terselenggara setiap hari Minggu Pon penanggalan Jawa.

Pencipta Tari Djadoel, Vivin Andriani, menjelaskan bahwa gerakan tari terinspirasi dari proses transaksi jual beli yang terjadi di pasar tradisional tersebut. Cerita dalam tarian diawali dengan sosok seorang ibu yang menyuruh anaknya membeli gethuk di Pasar Jajal Wae Sumber Koso.

“Gerakannya dari transaksi jual beli yang ada di pasar ini. Dimulai dengan seorang ibu yang menyuruh anaknya membeli gethuk di Sumber Koso,” kata Vivin Andriani, guru tari sekaligus pencipta Tari Djadoel, Minggu 11 Januari 2026.

Tidak hanya mengandalkan gerak, Tari Djadoel juga menampilkan kekayaan lokal melalui properti yang digunakan oleh penari. Beragam jajanan tradisional khas desa turut dihadirkan sebagai simbol kehidupan masyarakat setempat.

“Kami tunjukkan kearifan lokal di desa ini. Selain lewat gerakan juga lewat properti, ada gethuk lindri dan gethuk goreng di sini,” lanjutnya.

Untuk mengembangkan Tari Djadoel, Vivin juga berkolaborasi dengan Karawitan Giri Laras sebagai pengiring musik. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat nuansa tradisional sekaligus memperkaya pertunjukan seni di kawasan wisata Sumber Koso.

Pasar Jajal Wae sendiri rutin digelar setiap Ahad Pon atau Minggu Pon. Pasar ini menyajikan aneka makanan, minuman, dan jajanan tradisional yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Keberadaan pasar dan pertunjukan Tari Djadoel semakin menguatkan daya tarik wisata Sumber Koso sebagai magnet wisatawan. Terletak di Desa Wisata Girikerto, kawasan ini terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal di Kabupaten Ngawi.

Rekomendasi Berita