BEM FKIP Unismuh Gekar Dialog Tantangan Pendidikan
- by Zaenal Abidin Rachman
- Editor Ika Fatmawati
- 19 Jan 2026
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Dialog Pendidikan bertema Sinergi Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan Globalisasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045, di Ruang Teater I-GITF Lantai Dua Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Senin, 19 Januari 2026.
Dialog pendidikan ini menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Dr. H. Muslimin Bando, M.Pd., serta konten kreator Muhammad Rijal Jamal sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari kalangan mahasiswa dan akademisi, serta turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Makassar.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa dialog ini digelar sebagai ruang reflektif untuk membaca berbagai persoalan pendidikan mutakhir. Isu yang dibahas meliputi tantangan globalisasi pendidikan, relasi pendidik dan peserta didik, hingga maraknya kekerasan serta degradasi etika di lingkungan pendidikan. Hasil dialog diharapkan dapat dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.
Ketua BEM FKIP Unismuh Makassar, Muhammad Saifullah, mengatakan dialog pendidikan merupakan ikhtiar mahasiswa dalam merespons kompleksitas persoalan pendidikan saat ini. Menurutnya, tantangan pendidikan tidak hanya berkutat pada kurikulum dan infrastruktur, tetapi juga krisis nilai, perlindungan hukum, serta dampak budaya digital.
“Dialog ini kami harapkan tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi melahirkan gagasan yang bisa disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan kebijakan,” ujarnya.
Wakil Dekan III FKIP Unismuh Makassar, Dr. Nawir, M.Pd., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan peran mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control dalam dunia pendidikan. Ia menyoroti fenomena kekerasan dan perundungan di sekolah sebagai tantangan serius yang perlu ditangani secara sistemik dan kolaboratif.
Menurut Nawir, pendidikan seharusnya tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Karena itu, dialog pendidikan dinilai penting untuk menemukan akar persoalan sekaligus merumuskan solusi yang realistis dan aplikatif.
Perwakilan Wali Kota Makassar yang diwakili Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar, Haidil Adha, menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap gagasan dan rekomendasi mahasiswa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan pendidikan berbasis kajian ilmiah.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Muslimin Bando menegaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas pendidikan nasional. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengawal kebijakan pendidikan agar selaras dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan nilai dan identitas bangsa. Konten kreator Muhammad Rijal Jamal menambahkan bahwa ruang digital membuka akses luas terhadap pengetahuan, namun harus diimbangi dengan literasi dan nalar kritis agar tidak menurunkan kualitas berpikir generasi muda.