Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Musim Hujan
- by Andi Arfan Yusri
- Editor Ika Fatmawati
- 18 Jan 2026
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Leptospirosis menjadi salah satu penyakit zoonosis yang masih perlu mendapat perhatian serius di tengah masyarakat. Terutama di daerah dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Hal ini disampaikan IKM–IKK–IKP FK UMI, Aqilah Fadilah Haya, S.Ked saat menjadi narasumber dalam Program Kiprah Indonesia di PRO1, Sabtu 17 Januari 2026.
Dalam pemaparannya, Aqilah menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait penyakit ini agar dapat melakukan pencegahan sejak dini. Aqilah menjelaskan, leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Leptospira. Bakteri ini umumnya ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui urine tikus yang terkontaminasi.“Leptospirosis sering kali dianggap sepele, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius bahkan berujung kematian,” ujar Aqilah.
Lebih lanjut ia memaparkan, metode penyebaran leptospirosis terjadi ketika bakteri masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit, selaput lendir, atau melalui air yang tercemar urine hewan pembawa bakteri. “Kondisi ini kerap terjadi saat musim hujan atau banjir," kata Aqilah. "Air banjir yang tercemar menjadi media utama penyebaran bakteri
Leptospira, sehingga masyarakat perlu ekstra waspada."Aqilah menambahkan dari sisi gejala, leptospirosis memiliki tanda awal yang sering menyerupai penyakit lain, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, mata merah, hingga mual dan muntah.“Karena gejalanya mirip flu atau demam berdarah, banyak kasus leptospirosis terlambat terdiagnosis," ucap Aqilah. "Pada kondisi berat, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, hati, hingga perdarahan."
Terkait penanganan, Aqilah menegaskan pentingnya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan, terutama setelah terpapar lingkungan berisiko. “Penanganan leptospirosis umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik sesuai anjuran medis. Deteksi dan pengobatan dini sangat menentukan keberhasilan penyembuhan,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di area berisiko, serta menghindari kontak langsung dengan air kotor.
“Pencegahan leptospirosis dimulai dari perilaku hidup bersih dan sehat. Kesadaran bersama menjadi kunci utama untuk melindungi diri dan keluarga,” tutup Aqilah Fadilah Haya.