Iseng Berbuah Manis, Lidyard Craft Inspirasi UMKM

  • by Wisnu
  • Editor Miranti Rizky
  • 20 Jan 2026
  • Malang

RRI.CO.ID, Malang: Program Jagongan UMKM Pro 4 RRI Malang kembali menghadirkan pelaku usaha kreatif lokal. Kali ini menghadirkan Lidya Reny Dwihartaty, Owner Lidyard Craft, pada siaran Selasa, (20/1/2026)

Lidya mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia rajut bermula sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, ia sering melihat ibu-ibu di pasar membawa benang yang sudah dibentel untuk membuat topi rajut yang kemudian dijual.

"Saya tertarik pada bentuk rajutan yang lucu dan unik, lalu mulai mencari tahu cara membuat rajutan serta peralatan yang dibutuhkan," ungkapnya.

Berawal dari sekadar iseng, Lidya mulai mencoba membuat tas dan dompet rajut. Setelah memutuskan pensiun dini, kegiatan merajut menjadi aktivitas produktif yang kemudian berkembang menjadi usaha.

Hal inilah yang melatarbelakangi dirinya fokus menjalankan bisnis Lidyard Craft hingga saat ini. Produk rajutan yang dihasilkan menyasar segmen pasar yang luas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ide-ide kreatif dalam pembuatan produk rajut datang dari berbagai sumber, salah satunya saat bepergian. Melihat kain atau benda tertentu kerap memunculkan inspirasi untuk dibuat versi rajut.

Menurutnya, bagi orang yang menyukai seni, belajar merajut dapat dilakukan dengan cepat asalkan memiliki kemauan. Ia juga menjelaskan bahwa harga produk disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan lamanya proses pembuatan, meskipun permintaan pasar terkadang naik turun, Lidyard Craft tetap konsisten pada produk rajutan.

Lidya mengakui tantangan terbesar dalam usahanya adalah pembuatan produk dengan tingkat kesulitan tinggi seperti kardigan yang membutuhkan waktu pengerjaan cukup lama. Namun, dengan memanfaatkan waktu luang, termasuk saat menunggu anak pulang sekolah, proses merajut tetap bisa berjalan.

"Saat ini, pemasaran produk dilakukan melalui Instagram @lidya_craft," katanya.

Melalui Jagongan UMKM ini, Ia berharap usahanya terus berkembang dan tidak berhenti di satu titik. Ia ingin semakin banyak orang mengetahui bahwa di Malang terdapat produk rajut berkualitas.

"Kepada pelaku UMKM, agar tidak takut memulai dari nol, tidak mudah menyerah, dan terus belajar. Usaha tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis produk, melainkan harus terus berkembang mengikuti kreativitas dan pembelajaran yang berkelanjutan," pesannya. (Mey)

Rekomendasi Berita