MMI Siapkan Digitalisasi dan Kerja Sama Internasional

RRI.CO.ID

, Malang - Museum Musik Indonesia (MMI) menatap masa depan dengan pengembangan koleksi digital pasca re-opening. Langkah ini dilakukan untuk melengkapi koleksi fisik yang sudah ada.


Pendiri sekaligus Dewan Pengawas MMI, Hengki Herwanto, mengakui keterbatasan ruang museum saat ini. “Lokasi kita kecil, jadi koleksi fisik perlu dilengkapi dengan digital,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan digitalisasi memungkinkan pengunjung mengakses musik melalui komputer dan layar interaktif. Pengunjung nantinya bisa mencari dan memutar lagu sesuai kebutuhan.
Selain digitalisasi, MMI juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah kedutaan asing. Rencana awal akan dimulai dengan pembentukan French Corner di MMI.
“Di corner itu nanti ada komputer, layar, dan server berisi koleksi musik Perancis,” kata Hengki. Kerja sama tersebut terinspirasi dari hubungan budaya Indonesia dan Perancis.
Jika program French Corner berhasil, MMI berencana melanjutkan ke negara lain. Beberapa negara yang dipertimbangkan antara lain Jepang, Amerika, Inggris, dan Malaysia.
Hengki menilai kerja sama internasional dapat memperkaya wawasan musik pengunjung. Program tersebut juga memperkuat posisi MMI sebagai museum musik berskala global.
Namun, ia mengakui tantangan utama terletak pada pendanaan digitalisasi. “Kami membutuhkan stakeholder yang punya semangat melestarikan musik Indonesia,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita